Kompas.com - 04/03/2013, 10:13 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah yang membelit PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) masih jauh dari tuntas. Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai Dewan Syariah GTIS, berencana menggelar rapat internal untuk membahas masalah yang GTIS hadapi saat ini, Rabu (6/3/2013) lusa.

Maulana Hasanuddin, Wakil Sekretaris Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional MUI, mengatakan, rapat pada Rabu pekan ini adalah rapat awal untuk melihat permasalahan yang menimpa nasabah GTIS, termasuk melihat kemungkinan adanya potensi pelanggaran yang dilakukan perusahaan yang berpusat di Mega Kemayoran (MGK) tersebut.

"Jika hasil rapat Dewan Syariah menemukan adanya pengelolaan dana nasabah yang tidak sesuai dengan ketentuan MUI, ada kemungkinan sertifikasi syariah GTIS akan dicabut," ujar dia kepada Kontan, kemarin (3/3/2013).

MUI dapat 10 persen

MUI memberikan label syariah kepada GTIS pada 24 Agustus 2011. Sejak mendapatkan sertifikasi, GTIS secara sukarela menyisihkan 10 persen keuntungan dari operasional bisnis dan investasi emas kepada Yayasan Dana Dakwah Pembangunan milik MUI.  

Ketentuan sertifikasi syariah dari MUI meliputi sejumlah hal, seperti tidak boleh ada tipuan dan bukan transaksi spekulasi yang berpotensi merugikan salah satu pihak. "Kalau itu dilanggar, ya dicabut," kata Hasanuddin.

Saat sertifikasi syariah diberikan, Hassanudin mengatakan, GTIS sudah memenuhi kriteria syariah yang disyaratkan. Namun, ia menolak menjelaskan bagaimana teknis pemberian keuntungan dan besaran keuntungan yang MUI dapatkan selama ini. Menurutnya, yang tahu detail mengenai masalah ini adalah Amidhan, Ketua Bidang Perekonomian MUI. Sayang, hingga kini, Kontan belum berhasil menghubungi Amidhan.    

Sementara itu, sesuai pernyataan Azzidin, Dewan Pengawas dan Penasehat GTIS sebelumnya, GTIS berencana menggelar rapat dengan para investor untuk mengangkat direktur utama dan direktur baru, Senin ini (4/3/2013). Pada rapat pengurus yang Rabu lalu (27/2/2013), Michael Ong dinonaktifkan sebagai direktur utama dan David sebagai direktur GTIS. Dato Zahari sebagai Komisaris GTIS telah memberi kuasa kepada MUI sebagai dewan syariah untuk menggelar rapat itu pada hari ini.     

Pakar emas dan juga perencana keuangan dari Zelts Consulting, Ahmad Gozali, mengatakan, perusahaan yang menggunakan emas sebagai alat bisnis dengan balutan investasi memiliki risiko lebih tinggi dari investasi emas fisik atau futures. "Perusahaan yang melakukan jual beli emas namun menjanjikan return tinggi, itu tidak wajar. "Perusahaan jenis ini sangat rentan untuk hancur dan sewaktu-waktu akan meledak," ujar Ahmad. (Agus Triyono, Agung Jatmiko/Kontan)

 

Ikuti perkembangnya di Topik Waspada Investasi Bodong

Baca juga:
Investasi Ilegal Mengancam
Tergiur Imbal Hasil Fantastis
Ini Daftar Investasi Bodong yang Sudah Makan Korban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Simak 4 Tips Investasi Emas untuk Investor Pemula

    Simak 4 Tips Investasi Emas untuk Investor Pemula

    Earn Smart
    Luhut Targetkan Penanaman Mangrove 600.000 Hektar Selesai pada 2024

    Luhut Targetkan Penanaman Mangrove 600.000 Hektar Selesai pada 2024

    Whats New
    Petrokimia Gresik Salurkan Beasiswa Rp 300 Juta untuk 331 Anak

    Petrokimia Gresik Salurkan Beasiswa Rp 300 Juta untuk 331 Anak

    Whats New
    Bantu Pengrajin Limbah Kertas Punya Logo Brand, Sandiaga: Ini Adalah Bentuk Dukungan Pemerintah yang Konkret...

    Bantu Pengrajin Limbah Kertas Punya Logo Brand, Sandiaga: Ini Adalah Bentuk Dukungan Pemerintah yang Konkret...

    Whats New
    Peningkatan Literasi Digital UMKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Sebesar Rp 546,5 Triliun

    Peningkatan Literasi Digital UMKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Sebesar Rp 546,5 Triliun

    Whats New
    XL Axiata Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

    XL Axiata Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

    Rilis
    Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 2,4 Miliar Dollar AS di Kuartal II-2022

    Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 2,4 Miliar Dollar AS di Kuartal II-2022

    Whats New
    Apa Itu Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

    Apa Itu Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

    Earn Smart
    Cara Transfer Uang lewat ATM BRI dan ATM Bersama dengan Mudah

    Cara Transfer Uang lewat ATM BRI dan ATM Bersama dengan Mudah

    Spend Smart
    Harga Pertalite Diisukan Naik jadi Rp10.000, Blue Bird Belum Siapkan Kenaikan Tarif Buka Pintu

    Harga Pertalite Diisukan Naik jadi Rp10.000, Blue Bird Belum Siapkan Kenaikan Tarif Buka Pintu

    Whats New
    Ketimbang Naikkan Harga Pertalite, Ekonom Sarankan Pemerintah Tunda Proyek Infrastruktur

    Ketimbang Naikkan Harga Pertalite, Ekonom Sarankan Pemerintah Tunda Proyek Infrastruktur

    Whats New
    East Ventures Pimpin Pendanaan Tahap Awal untuk Startup Properti Kabina

    East Ventures Pimpin Pendanaan Tahap Awal untuk Startup Properti Kabina

    Whats New
    Erick Thohir: Kontribusi BUMN dari Pajak dan Dividen ke Negara 3 Kali Lipat Lebih Besar Ketimbang Utang

    Erick Thohir: Kontribusi BUMN dari Pajak dan Dividen ke Negara 3 Kali Lipat Lebih Besar Ketimbang Utang

    Whats New
    Targetkan Swasembada Pangan, Kementan Bersama Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi

    Targetkan Swasembada Pangan, Kementan Bersama Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi

    Rilis
    6 Bandara AP I Layani Kepulangan 46.579 Jemaah Haji

    6 Bandara AP I Layani Kepulangan 46.579 Jemaah Haji

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.