Kompas.com - 14/03/2013, 14:47 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kemtan) berharap tahun depan Indonesia menjadi produsen biji kakao terbesar di dunia. Untuk itu, pemerintah akan menggenjot target produksi kakao menjadi 1,5 juta ton pada 2014.

Gamal Nasir, Dirjen Perkebunan Kemtan optimis target itu tercapai. "Melalui gernas kakao, produksi bisa naik," katanya.

Data Kemtan menyebutkan, tahun lalu produksi kakao Indonesia mencapai 800.000 ton dan tahun ini ditargetkan menjadi 1 juta ton. Untuk menggenjot produksi, Kemtan mengandalkan program gerakan nasional (gernas) kakao dengan dana Rp 3,5 triliun.

Dana dipakai untuk meremajakan dan meningkatkan produktivitas tanaman kakao mencapai seluas  450.000 hektare (ha) atau sekitar 30 persen luas perkebunan kakao di Indonesia. Saat ini, luas areal perkebunan kakao di Indonesia mencapai 1,6 juta hektare.

Menurut Gamal, kenaikan produksi kakao akan mampu mengerek industri hilir kakao. Sebab bertambahnya industri pengolahan dalam negeri  membuat kebutuhan bahan baku biji kakao meningkat.

Tahun ini setidaknya ada dua perusahaan pengolah kakao yang mulai beroperasi, yakni Barry Callebout dari Amerika Serikat dan JB Cocoa asal Malaysia. Dua perusahaan itu masing-masing berkapasitas 30.000 ton per tahun. Awal 2014, pabrik olahan kakao Cargill berkapasitas 60.000 ton per tahun juga direncanakan beroperasi.

Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) memproyeksikan produksi kakao olahan pada tahun ini akan naik 28,5 persen menjadi 450.000 ton. Ekspor kakao olahan juga akan naik menjadi 360.000 ton dari 2012 sebanyak 280.000 ton.

Salah satu perusahaan yang menggenjot produksi adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Hanya saja menurut Soewarno, Direktur Produksi PTPN XII, tahun ini produksi kakao PTPN XII hanya mencapai 4.000 ton- 5.000 ton. Jumlah itu naik tipis dibanding 2012 yang sebesar  4.517 ton, terdiri dari 3.716 ton kakao bulk dan 855.000 ton kakao edel. "Kakao bulk tahun ini tidak sebagus tahun-tahun lalu," katanya.

Serangan hama telah membuat kuantitas dan kualitas produksi kakao menurun. Penurunan kualitas dikhawatirkan juga membuat harga turun. Jika pada 2012 harga jual rata-rata kakao edel high grade mencapai 4,94 dollar AS per ton. Tahun ini diprediksi turun menjadi 4,20 dollar per ton. Begitupun harga kakao bulk diperkirakan turun menjadi 2,50 dollar per ton dari sebelumnya mencapai 2,70 dollar per ton. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.