Kompas.com - 26/03/2013, 14:15 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir, importir menimbun stok bawang putih. Akibat tindakan tersebut, harga bawang putih melambung.

"Kalau untuk bawang putih, kita sudah jelas. Dugaannya sangat kuat terjadi upaya untuk menahan stok dalam rangka mengatrol harga naik, dan itu sebuah kejahatan dalam persaingan bisnis," kata Ketua KPPU Nawir Messi saat konferensi pers di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (26/3/2013).

Dengan demikian, KPPU menduga bahwa terjadi pelanggaran persaingan usaha di importir terdaftar tersebut. Untuk saat ini, KPPU masih dalam tahap menyelidiki.

Namun bila ditemukan aspek pidana dalam kasus bawang putih ataupun daging, maka KPPU akan menyampaikan hal tersebut ke kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Saat ini belum bisa saya sampaikan hasilnya. Namun kalau kasus itu berkaitan dengan pejabat publik dan nilainya di atas Rp 1 miliar, maka hal tersebut akan disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi," tambahnya.

Pada Jumat pekan lalu, KPPU memanggil dua importir dari 11 importir bawang putih  untuk mengklarifikasi dugaan kartel harga bawang putih.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.