Kompas.com - 02/04/2013, 10:34 WIB
|
EditorFikria Hidayat

Interior gerbong didesain modern dengan konstruksi material plastik dan fiber karbon sehingga suara bising dari luar tidak terdengar.

Tempat duduk nyaman layaknya dalam kabin pesawat. Penumpang yang ingin minum bisa mendapatkan layanan air gratis yang bisa diambil sendiri di mesin penyaji yang ada di tiap gerbong. Seorang petugas wanita dengan sigap menginformasikan fasilitas tersebut.

Masih rencana

Hari berikutnya, rombongan PT KAI menjajal kereta peluru supercepat rute Beijing-Shanghai sejauh 1.318 kilometer. Rute yang sebanding dengan jarak Jakarta-Lombok itu hanya ditempuh dalam tempo lima jam. Setiap penumpang dikenai tiket seharga 553 yuan atau sekitar Rp 867.000.

Kereta hanya berhenti sebentar di dua stasiun. Sepanjang perjalanan kereta meluncur menggunakan jalur khusus kereta listrik cepat di jalan layang bebas hambatan. Di area rawan dan terbuka, jalur diberi pagar sehingga kereta aman dari pengendara lain bahkan hewan yang melintas.

Pemerintah dan pengelola kereta serius memperhatikan sistem pengamanan jalur dan aset yang ada di sepanjang rel. Di Indonesia, meskipun sistem pengamanan sudah ada, keamanannya masih saja terusik.

Keamanan jalur terjamin sehingga perjalanan pun mulus. Pergerakan kereta halus tidak berasa, nyaris sunyi. "Sepertinya sambungan rel sangat bagus sehingga sama sekali tidak terdengar suara ketika dilindas kereta," kata Farial, petugas yang biasa memeriksa rel dari Divre II Sumbar.

Sepanjang perjalanan, anggota rombongan studi selalu saja berkomentar membandingkan dengan suasana perkeretaapian di Indonesia. Iksan Abidin dari Daop III Cirebon menyadari ketertinggalan Indonesia di bidang perkeretaapian. Gerbong dan lokomotif banyak yang berusia uzur.

Membandingkannya dengan Indonesia tentu sangat kontras, apalagi di tengah ramainya perdebatan tentang pro dan kontra penghapusan KRL Ekonomi Jabodetabek.

Lantas masih bisakah menghadirkan kereta supercepat seperti ini di Indonesia? Sejak tahun lalu rencana itu sudah ada. Kementerian Perhubungan telah membocorkan kereta cepat itu bernama Argo Cahaya yang akan melayani rute Jakarta-Surabaya dengan waktu tempuh 3 jam.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.