Jero Pastikan Pertamina Dapat Saham Mahakam

Kompas.com - 04/04/2013, 14:12 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memastikan PT Pertamina Persero akan mendapat jatah saham di Blok Mahakam. Namun besaran prosentase sahamnya masih dikaji.

"Pertamina dipastikan punya saham di Blok Mahakam. Tapi besarannya masih dihitung," kata Jero saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Selama ini, Blok Mahakam dikuasai oleh kontrak kerja sama (KKS) antara Total E&P Indonesie (Perancis) dan Inpex Corporation (Jepang). Kedua perusahaan ini sama-sama memegang saham Blok Mahakam 50 persen.

Sementara Pertamina tidak memiliki saham apapun di blok ini. Blok Mahakam hingga saat ini memiliki rata-rata produksi sekitar 2.200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Cadangan blok ini sekitar 27 triliun cubic (tcf). Dari jumlah itu, sekitar 85 persen hasil eksplorasi migas akan diserahkan ke Indonesia dan sisanya dibagi rata ke dua perusahaan eksplorasi.

Sejak 1970 hingga 2011, sekitar 50 persen (13,5 tcf) cadangan telah dieksploitasi, dengan pendapatan kotor sekitar 100 miliar dollar AS. Cadangan yang tersisa saat ini sekitar 12,5 tcf dengan harga gas yang terus naik, Blok Mahakam berpotensi pendapatan kotor 187 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Kontrak Blok Mahakam ini telah ditandatangani pada 31 Maret 1967 dan habis pada 31 Maret 1997. Sebelum Presiden Soeharto lengser, kontrak Blok Mahakam telah diperpanjang selama 20 tahun lagi hingga berakhir pada 31 Maret 2017. "Makanya jangan sampai sudah 46 tahun ini, Pertamina hanya memiliki nol persen saham di Blok Mahakam," tambahnya.

Saat ini, PT Pertamina Persero sedang menghitung cadangan migas yang tersisa sekaligus ketersediaan dana untuk bisa mengakuisisi saham Blok Mahakam. Apalagi Menteri BUMN Dahlan Iskan juga menginginkan agar Pertamina bisa mengambil 100 persen saham di Blok Mahakam. "Tapi saya juga minta ke Pertamina, apakah saat diambil alih 100 persen itu, produksi migasnya tidak akan turun. Ini yang masih dikaji oleh Pertamina," katanya.

Jero memastikan, keputusan kelanjutan kontrak kerja sama Blok Mahakam tersebut akan dilakukan sebelum masa jabatannya berakhir. "Saya akan mengutamakan kepentingan negara. Apalagi Pertamina juga di bawah negara. Kalau Pertamina bisa menjamin semua (ketersediaan migas dan eksplorasi tidak turun) ada, maka Pertamina tentu akan diajak," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X