Kompas.com - 07/04/2013, 09:27 WIB
EditorEgidius Patnistik

MEDAN, KOMPAS.com - Tiga warga Myanmar penghuni Rumah Detensi Imigrasi Medan, yakni Win Thike, Soe Paing, dan Kyew Kyew, meminta perlindungan. Mereka trauma dengan bentrok yang menewaskan delapan rekannya.

Keinginan ketiga warga Myanmar itu tertuang dalam bentuk tulisan di papan tulis. ”Give us another change to live without fear. Take action immediately. Please change us (Sri Lanka). Sri Lanka is refugees camp, we are in fear and suffering that incident happened here,” begitu ungkapan mereka seperti terlihat Sabtu (6/4).

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Registrasi Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan Rida Agustian menjelaskan, pihaknya akan menyerahkan tiga warga Myanmar tersebut kepada Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta. Langkah ini untuk menghindari potensi konflik lanjutan. ”Selanjutnya, pihak ditjen akan menghubungi perusahaan perikanan yang mempekerjakan ketiga warga Myanmar itu agar bisa segera dipulangkan,” kata Rida.

Ketiga warga Myanmar itu merupakan bagian dari 35 nelayan Myanmar yang ditangkap TNI Angkatan Laut enam bulan lalu. Sebanyak 24 orang telah diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja sebagai nelayan. Sisanya, 11 orang, masih tinggal di Rudenim Medan.

Pada Jumat dini hari, delapan warga Myanmar tersebut terlibat bentrok dengan puluhan warga Rohingya karena isu pelecehan seksual. Akibatnya, delapan warga Myanmar tewas dan kini tinggal tiga orang.

Dalam kasus ini, Kepala Kepolisian Resor Belawan Ajun Komisaris Besar Endro Kiswanto menetapkan 19 tersangka. Semuanya adalah warga Rohingya yang diduga terlibat bentrok.

Pihak Rudenim Medan masih menunggu hasil otopsi Rumah Sakit Pirngadi, Medan, terhadap delapan jenazah tersebut. Setelah itu, mereka akan menunggu hasil pembicaraan antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemerintah Myanmar untuk membawa jenazah ke negara mereka atau dimakamkan di Indonesia.

Sementara itu, untuk menghindari bentrok lanjutan, puluhan polisi berjaga di Rudenim Medan. ”Jangan sampai lengah. Jaga baik-baik dan tolong dibantu Rudenim Medan ini,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Wisjnu Amat Sastro.

Selain itu, Pelaksana Harian Rudenim Medan Yusuf Umardani mengatakan, pihaknya akan memisahkan antara penghuni rudenim yang berkeluarga dan tidak. Tahanan perempuan juga akan dipindahkan ke rumah hunian yang lebih layak dan tidak menyatu satu kompleks dengan tahanan pria seperti selama ini.

Menurut dia, selama ini mereka digabung karena tidak ada tempat lain. Selama ini juga tidak pernah ada bentrok antartahanan meskipun mereka berasal dari berbagai negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
APBN Juli 2022 Tercatat Surplus Rp 106,1 Triliun

APBN Juli 2022 Tercatat Surplus Rp 106,1 Triliun

Whats New
Mendag Zulhas Optimistis Harga TBS Sawit Naik Akhir Agustus 2022

Mendag Zulhas Optimistis Harga TBS Sawit Naik Akhir Agustus 2022

Whats New
Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Whats New
Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Whats New
Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Smartpreneur
Amankan Pasokan Dalam Negeri, Ekspor CPO di Atas 680 Dollar AS Per Ton Kena Bea Keluar

Amankan Pasokan Dalam Negeri, Ekspor CPO di Atas 680 Dollar AS Per Ton Kena Bea Keluar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.