Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sriwijaya Air Buka Rute Palangka Raya - Surabaya

Kompas.com - 08/04/2013, 05:51 WIB

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, maskapai Sriwijaya Air akan membuka rute penerbangan Palangka Raya-Surabaya mulai 19 April 2013 dengan menggunakan pesawat Boeing 737 Seri 300.

"Maskapai itu akan melayani penerbangan empat kali dalam seminggu, yakni Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Untuk jam penerbangan masih disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," kata Kepala Dishubkominfo Kalteng M. Hatta di Palangka Raya, Senin (8/3/2013).

Ia mengatakan rencana beroperasi pesawat Sriwijaya Air diketahui setelah pihaknya menerima surat dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pembukaan penerbangan tersebut, katanya, juga sebagai pengganti penerbangan maskapai Batavia yang dinyatakan pailit akhir 2012.

Ia juga mengatakan bahwa pembukaan rute Palangka Raya-Surabaya sebagai bentuk peningkatan pelayanan transportasi udara untuk masyarakat di "Bumi Tambun Bungai" yang mengalami peningkatan jumlah penumpang setiap tahun.

"Dalam sehari penumpang dari Palangka Raya menuju Surabaya minimal 180 orang dan trentnya terus meningkat," katanya.

Ia mengatakan, jumlah penumpang secara keseluruhan yang menggunakan transportasi udara melalui Bandara Tjilik Riwut pada 2012 meningkat 28 persen dibandingkan dengan 2011 yang mencapai 600 ribu.

Data tersebut belum termasuk penumpang melalui bandara di Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), dan kabupaten lain di Kalteng. "Ini membuktikan minat dan mobilisasi masyarakat menggunakan pesawat terbang semakin tinggi," kata Hatta.

Ia juga mengharapkan maskapai penerbangan lain berminat membuka rute penerbangan di wilayah tersebut. Apalagi, katanya, Kalteng memiliki wilayah yang luasnya 1,5 dari Pulau Jawa sehingga dibutuhkan rute transportasi udara antarkabupaten maupun provinsi.

"Kami juga sudah meminta Lion Air agar menambah rute penerbangannya, tapi belum ada tanggapan," demikian Hatta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ekonomi China Tumbuh Lebih dari Perkiraan, Pemerintah Berharap Investasi Jalan Terus

Ekonomi China Tumbuh Lebih dari Perkiraan, Pemerintah Berharap Investasi Jalan Terus

Whats New
Pemerintah Pantau Harga Minyak untuk Kebijakan Subsidi Energi

Pemerintah Pantau Harga Minyak untuk Kebijakan Subsidi Energi

Whats New
Dorong Kesejahteraan Pegawai, Bank Mandiri Integrasikan Program 'Well-Being'

Dorong Kesejahteraan Pegawai, Bank Mandiri Integrasikan Program "Well-Being"

Whats New
CEO Apple Berkunjung ke Indonesia, Bakal Tanam Investasi?

CEO Apple Berkunjung ke Indonesia, Bakal Tanam Investasi?

Whats New
Konflik Iran-Israel, Kemenaker Pantau Situasi di Timur Tengah

Konflik Iran-Israel, Kemenaker Pantau Situasi di Timur Tengah

Whats New
Menperin: Konflik Iran-Israel Bikin Ongkos Produksi Energi RI Naik

Menperin: Konflik Iran-Israel Bikin Ongkos Produksi Energi RI Naik

Whats New
Pelaku Industri Satelit Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Akses Internet Domestik

Pelaku Industri Satelit Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Akses Internet Domestik

Whats New
Sebanyak 930 Perusahaan Nunggak Bayar THR, Terbanyak di DKI Jakarta

Sebanyak 930 Perusahaan Nunggak Bayar THR, Terbanyak di DKI Jakarta

Whats New
3 Faktor Kunci yang Pengaruhi Perekonomian RI Menurut Menko Airlangga

3 Faktor Kunci yang Pengaruhi Perekonomian RI Menurut Menko Airlangga

Whats New
IHSG Melemah, Ini 5 Saham Paling 'Boncos'

IHSG Melemah, Ini 5 Saham Paling "Boncos"

Whats New
10 Bandara Tersibuk di Dunia Sepanjang Tahun 2023

10 Bandara Tersibuk di Dunia Sepanjang Tahun 2023

Whats New
Kedubes Denmark Buka Lowongan Kerja, Gaji Rp 132 Juta Per Tahun

Kedubes Denmark Buka Lowongan Kerja, Gaji Rp 132 Juta Per Tahun

Whats New
Pelemahan Rupiah Akan Berpengaruh pada Manufaktur RI

Pelemahan Rupiah Akan Berpengaruh pada Manufaktur RI

Whats New
Rupiah 'Ambles', Pemerintah Sebut Masih Lebih Baik dari Ringgit dan Yuan

Rupiah "Ambles", Pemerintah Sebut Masih Lebih Baik dari Ringgit dan Yuan

Whats New
Perkuat Struktur Pendanaan, KB Bank Terima Fasilitas Pinjaman 300 Juta Dollar AS dari Korea Development Bank

Perkuat Struktur Pendanaan, KB Bank Terima Fasilitas Pinjaman 300 Juta Dollar AS dari Korea Development Bank

BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com