Kompas.com - 08/04/2013, 17:18 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak keluarga Bakrie kembali angkat bicara soal rencana pembelian PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) oleh pengusaha Chairul Tanjung. Bahkan banyak investor yang berminat membeli saham perusahaan media itu.

Komisaris Utama PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Bakrie mengatakan pihaknya tidak membantah namun juga tidak membenarkan soal minat Chairul Tanjung membeli saham VIVA.

"Namanya perusahaan terbuka, setiap hari memang selalu ada jual beli. Bahkan ketertarikan itu datang dari banyak pihak dan mekanisme seperti itu tidak salah. Tapi saya senang kok VIVA banyak yang meminati," kata Anindya saat ditemui selepas konferensi pers Kadin di Hotel Grand Melia Jakarta, Senin (8/4/2013).

Namun sayang, Anindya enggan menjelaskan siapa investor yang berminat membeli saham VIVA tersebut. Bahkan saat ditanyakan soal ketertarikan Chairul Tanjung, Anindya hanya melempar senyum khasnya sambil terus berlalu.

Hingga saat ini, Anindya mengaku bahwa kinerja VIVA memang masih gemilang. Dari laporan belum audit, pendapatan VIVA di kuartal I-2013 saja sudah meningkat sekitar 40 persen. "Minat dari investor lain pasti ada, yang lain juga banyak. Tapi kalau bicara soal itu (rencana akuisisi), lebih baik bicara ke perusahaan sendiri saja," katanya.

Artinya, banyak investor memang berminat untuk membeli VIVA. Namun sampai saat ini belum ada proposal resmi dari investor untuk menyatakan niat akuisisi tersebut.

Seperti diberitakan, Chairul Tanjung akhirnya buka suara terkait pembelian PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Orang terkaya kelima di Indonesia ini mengaku, ingin membeli saham pengendali VIVA seorang diri secara tunai. "Kami salah satu penawar utama. Kami mengajukan proposal untuk membeli semuanya, saku saya masih dalam," ucap  pria berusia 51 tahun ini di Bali, seperti dikutip Reuters, Jumat (29/3/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hanya kami yang bisa membayar tunai 100 persen, tapi masih belum ada kesepakatan," tambah Bos CT Corp ini.

Chairul mengatakan, CT Corp akan mencari pinjaman baru untuk membeli tunai saham perusahaan media milik keluarga Bakrie itu. Namun, ia menolak menyebutkan berapa nilai yang akan dipinjamnya. Keluarga Bakrie memasang valuasi VIVA 1,2 miliar dollar AS- 2 miliar dollar AS. Namun menurut sumber-sumber Reuters, tampaknya nilai penjualan VIVA sekitar 1,8 miliar dollar AS. Padahal, kapitalisasi pasar VIVA hingga pekan ini hanya sekitar 800 juta dollar AS.

Bila rencana akuisisi tersebut mulus, maka CT Corps bakal mengontrol 4 stasiun televisi, sehingga menguasai lebih dari 40 persen belanja iklan media televisi yang nilainya mencapai 1,7 miliar dollar AS pada tahun 2011. Saat ini CT Corp menguasai Trans TV dan Trans 7. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.