Suu Kyi ke Jepang, Thein Sein Serukan Persatuan

Kompas.com - 15/04/2013, 02:37 WIB
Editor

TOKYO, MINGGU - Tokoh oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, tiba dan dielu-elukan di Jepang tak lama setelah dia mendarat di Bandar Udara Internasional Narita, Tokyo, Sabtu (13/4). Kunjungannya ke Jepang kali ini adalah yang pertama dilakukan sejak 1985-1986 saat Suu Kyi menghabiskan waktu sebagai peneliti di Universitas Kyoto.

Saat Suu Kyi mengunjungi Jepang, Presiden Myanmar Thein Sein dalam pidatonya melalui radio pemerintah di Naypyidaw menyerukan persatuan di antara berbagai etnis yang ada di negeri itu. Thein Sein memperingatkan warganya agar belajar dari sejarah negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pidato memperingati tahun baru tradisional Myanmar, Thein Sein menyebut banyak negara di kawasan itu tercabik-cabik akibat kekerasan dan instabilitas.

Jika hal serupa tak diinginkan terjadi di Myanmar, rakyat Myanmar harus mampu mengatasi berbagai tantangan yang muncul sebagai dampak dari proses demokratisasi.

Sepanjang proses reformasi dua tahun terakhir, Myanmar kerap diguncang isu kekerasan, seperti pemberontakan etnis minoritas Kachin dan kerusuhan sektarian dan berlatar belakang agama antara warga penganut Buddha dan minoritas Muslim.

Bertemu PM Jepang

Dalam lawatannya selama enam hari di Jepang, Suu Kyi dijadwalkan bertemu dengan sekitar 10.000 warga Myanmar yang tinggal di Jepang. Pemimpin oposisi Myanmar itu juga akan menemui Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida.

Kunjungan Suu Kyi bertujuan untuk meminta perusahaan Jepang agar segera menanamkan modal di Myanmar. Investasi akan membantu terciptanya lapangan kerja yang sangat dibutuhkan rakyat Myanmar.

Ayah Suu Kyi, mendiang Jenderal Aung San, pernah bekerja sama dengan Jepang untuk memerdekakan negerinya dari penjajahan Inggris. Pada tahun 1940, Aung San tinggal selama beberapa bulan di Jepang untuk menggalang bantuan dana, persenjataan, dan dukungan pasukan.

Dua tahun kemudian Aung San mendirikan pemerintahan yang didukung militer Jepang. Namun, pada tahun 1945 dia berbalik meminta bantuan ke Inggris agar bebas dari penjajahan Jepang.

Namun, kunjungan Suu Kyi kali ini juga memicu kekecewaan warga minoritas Rohingya di Jepang, yang jumlahnya mencapai 200 orang. Mereka diberi tahu kalau tak diinginkan ikut hadir saat Suu Kyi menemui warga Myanmar di sana.

Sikap Suu Kyi sebagai pemimpin oposisi terkait isu kerusuhan berdarah sektarian di Myanmar selama ini kerap memicu kecaman dan kekecewaan, terutama dari kalangan aktivis dan pejuang hak asasi manusia.(AFP/AP/REUTERS/dwa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Spend Smart
Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Whats New
Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Work Smart
Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV,  XXI, dan Cinepolis

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis

Spend Smart
Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Whats New
Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.