Data Kemendagri Jadi Dasar Jaminan Sosial

Kompas.com - 16/04/2013, 03:44 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri menjadi dasar data kepesertaan Asuransi Kesehatan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Data kependudukan yang sahih sangat penting ketika Badan Penyelenggara Jaminan Sosial akan direalisasikan pada 2014. Hal itu untuk mencegah kepesertaan ganda.

”Data e-KTP untuk validasi data peserta Askes dan Jamsostek. Tidak ada lagi peluang orang yang tidak berhak, menerima manfaat asuransi. Bahkan, orang kembar tidak akan bisa menggunakan e-KTP saudaranya untuk mengakses layanan,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Irman, pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan e-KTP antara Ditjen Dukcapil, PT Askes, dan PT Jamsostek, Senin (15/4), di Jakarta.

Irman mengatakan, alat pendukung berupa pembaca kartu (card reader) menjadi penting untuk membaca informasi dalam e-KTP. Ini berupa alat pembaca chip pada e-KTP yang berisi data pribadi peserta ditambah pemindai mata dan alis. ”Setiap orang yang datang akan dipindai e-KTP-nya. Juga, dipindai mata dan alis,” katanya.

Selama ini, data kependudukan Kemendagri berbeda dengan Badan Pusat Statistik. Akibatnya, terjadi kebingungan menentukan basis data penerima manfaat jaminan sosial. Dengan e-KTP, PT Askes dan PT Jamsostek memiliki data sahih. Kedua badan itu tidak perlu menyiapkan kartu kepesertaan tersendiri.

”Peserta cukup bawa e-KTP. Lalu, jarinya dipindai untuk dicocokkan dengan data e-KTP. Pertimbangannya, seluruh penduduk Indonesia akan jadi peserta BPJS Kesehatan (dikelola oleh PT Askes),” kata Direktur Utama PT Askes Fachmi Idris.

Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, pekerja yang menjadi peserta Jamsostek akan mendapat kemudahan ketika mengakses layanan. Masassya optimistis dengan kemudahan ini, peserta Jamsostek yang kini berjumlah 30,4 juta akan meningkat menjadi 32 juta.

”Itu target kami. Kami juga akan menawarkan kepada pekerja sektor informal untuk mau menjadi peserta,” katanya. (K03)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.