Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/04/2013, 18:33 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah tengah menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) yang di dalamnya akan mengatur pengenaan pajak atas transaksi daring (dalam jaringan atau online). Ditargetkan perangkat perundangan itu bisa rampung tahun ini.

"Kami akan garap (RUU itu) tahun ini, (RUU) itu akan memayungi semuanya," ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ketika ditanya mengenai rencana pengenaan pajak atas transaksi online di Istana, Jakarta, Rabu (17/4/2013). Dia berharap pembahasan RUU bisa dilakukan pada kuartal ketiga tahun ini, tetapi kepastiannya menunggu Dewan Perwakilan Rakyat.

Gita mengatakan, potensi pengenaan pajak atas transaksi daring cukup besar. "(Potensi) e-commerce besar sekali. Kita tunggu regulasi dalam waktu dekat," ujar dia.

Menurut Gita, dengan RUU Perdagangan ini, bukan hanya masalah tata niaga yang akan dipayungi. "(Melainkan) juga terkait penyikapan fiskal dan perpajakannya," ujarnya.

Sudah di Prolegnas

Sebelumnya, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, pengaturan bisnis berbasis internet (e-commerce) bertujuan melindungi konsumen. Karena, kata dia, pola perdagangan baru seperti ini rentan merugikan konsumen.

"Transaksi bisnis berbasis internet/elektronik harus menghormati konsumen dan memenuhi hak-hak konsumen sesuai amanat UU," kata Bayu Krisnamurthi seusai rapat koordinasi mengenai RKP 2014 di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/2/2013). Selama ini, ketika ada persoalan yang merugikan konsumen, payung hukum yang tersedia barulah UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Masalahnya, UU ITE dianggap terlalu luas dan kurang spesifik membahas poin perdagangan melalui dunia maya.

RUU perdagangan yang saat ini masuk prolegnas, kata Bayu, akan memberikan dasar perundang-undangan untuk seluruh kegiatan perdagangan. "Jadi, sifatnya luas. Karena, selama ini, kita masih banyak kerangka UU yang sebagian sudah tidak relevan. Intinya itu dulu," ujarnya. Di dalamnya, kata Bayu, akan diletakkan regulasi fundamental, terutama terkait ekspor, impor, perundingan perdagangan internasional, dan promosi produk dalam negeri.

Sebelumnya, dari sektor keuangan, Bank Indonesia mengupayakan peraturan mengenai transaksi belanja daring (e-commerce) selesai tahun depan dengan tetap menggandeng Kementerian Telekomunikasi dan Informatika. "Belum dalam waktu dekat, dengan Kemendag (Kementerian Perdagangan) bisa aturannya keluar tahun depan. Untuk Kominfo, tetap kerja sama karena kan dia yang atur internetnya," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas, di Jakarta.

Berdasarkan data dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDEA), potensi perdagangan melalui dunia maya memang sangat besar. Untuk Jakarta saja, data itu menyebutkan realisasi e-commerce tercatat mencapai Rp 30 triliun selama 2012.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Milik Negara Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah, BUMN Lain Bakal Menyusul

Bank Milik Negara Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah, BUMN Lain Bakal Menyusul

Whats New
Cara Bayar MRT Pakai OVO, Perhatikan Ketentuan Berikut Ini

Cara Bayar MRT Pakai OVO, Perhatikan Ketentuan Berikut Ini

Spend Smart
Tabungan Orang Kaya di RI Terus Meningkat, Jumlahnya Rp 5.000 Triliun Lebih

Tabungan Orang Kaya di RI Terus Meningkat, Jumlahnya Rp 5.000 Triliun Lebih

Whats New
Cara Daftar MyPertamina Subsidi Tepat via Online dan Offline

Cara Daftar MyPertamina Subsidi Tepat via Online dan Offline

Spend Smart
Erick Thohir: Kalbar Potensial Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Erick Thohir: Kalbar Potensial Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Whats New
Lowongan Kerja Wings Group untuk S1, Cek Persyaratannya

Lowongan Kerja Wings Group untuk S1, Cek Persyaratannya

Whats New
Soal Merger Damri dan PPD, Stafsus Erick Thohir: Tinggal Proses Teknis Saja

Soal Merger Damri dan PPD, Stafsus Erick Thohir: Tinggal Proses Teknis Saja

Whats New
Januari 2023, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tipis Jadi 78,54 Dollar AS Per Barrel

Januari 2023, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tipis Jadi 78,54 Dollar AS Per Barrel

Whats New
Mau Nonton F1 Power Boat Danau Toba? Cek Harga Tiketnya, Mulai dari Rp 50.000 Per Orang

Mau Nonton F1 Power Boat Danau Toba? Cek Harga Tiketnya, Mulai dari Rp 50.000 Per Orang

Whats New
Simak Lelang Rumah di Jakarta dan Surabaya, Nilai Limit Rp 200 Jutaan

Simak Lelang Rumah di Jakarta dan Surabaya, Nilai Limit Rp 200 Jutaan

Spend Smart
Ramai PBB Kota Solo Naik, Apa Itu Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan?

Ramai PBB Kota Solo Naik, Apa Itu Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan?

Work Smart
Harga Minyak Dunia Turun 5 Persen Dalam Sepekan, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Dunia Turun 5 Persen Dalam Sepekan, Apa Sebabnya?

Whats New
Cara Beli Tiket MRT Online, Bisa Bayar Pakai OVO, GoPay, atau DANA

Cara Beli Tiket MRT Online, Bisa Bayar Pakai OVO, GoPay, atau DANA

Spend Smart
Stabil, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Stabil, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+