Prabowo Sepakat jika Subsidi BBM Dikurangi

Kompas.com - 18/04/2013, 19:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto berpendapat, sudah saatnya anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dikurangi. Hal ini pernah ia sampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jadi, saya pernah sarankan ke Presiden bahwa subsidi bisa kita kurangi dan yang penting kita amankan orang yang paling miskin dan paling lemah. Itu kita amankan, kita jaga. Tapi, saya kira, mau tidak mau, kita harus kurangi subsidi BBM," kata Prabowo di Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Menurutnya, anggaran pendapatan belanja negara (APBN) saat ini sudah sangat terbebani dengan adanya subsidi itu. Jika beban APBN dapat dikurangi, ia memperkirakan pembangunan dapat lebih lancar.

"Intinya memang beban di APBN sudah sangat berat, ya. Jadi, bagaimanapun saya kira memang pemerintah juga harus menyesuaikan dengan tuntutan daripada mengurangi beban ke APBN supaya pembangunan bisa lebih lancar," katanya.

Mengenai kenaikan harga BBM untuk pengguna mobil pribadi, Prabowo tak dapat memaparkan solusinya. Ia berpendapat bahwa salah satu jalan tepat yang diambil pemerintah ialah berani mengurangi subsidi. Namun, diperlukan sosialisasi yang maksimal atau persiapan matang dari pemerintah sebelum menerapkan hal itu.

"Ada beberapa solusi ya, tapi saya kira bagaimanapun suatu saat kita harus berani untuk mengurangi subsidi. Makanya, perlu persiapan yang matang saya kira. Tapi, ya kita tunggulah pemerintah bagaimana langkahnya," katanya.

Pemerintah memberikan sinyal akan mengurangi subsidi BBM bagi pengguna mobil pribadi dengan menerapkan harga bahan bakar jenis premium pada kisaran Rp 6.500 per liter. Adapun pengguna sepeda motor dan angkutan umum masih bisa membeli premium dengan harga Rp 4.500 per liter. Implementasi kebijakan tersebut diperkirakan paling cepat akhir April ini.

Pemerintah menghitung harga keekonomian premium sebesar Rp 9.500 per liter. Jika harga dinaikkan menjadi Rp 6.500, kelompok menengah ke atas masih menikmati subsidi Rp 3.000 per liter. Adapun masyarakat menengah ke bawah disubsidi Rp 5.000 per liter.

Saat kebijakan itu dilaksanakan, akan ada SPBU yang khusus menjual premium untuk sepeda motor dan angkutan umum dan ada SPBU yang khusus menjual premium untuk mobil pribadi. Cara ini dianggap lebih memudahkan mekanisme pengawasannya dibandingkan SPBU yang sama melayani premium untuk mobil pribadi, angkutan umum, dan sepeda motor.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLaksono Hari W

    Close Ads X