Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Triwulan I, BNI Raup Laba Rp 2,07 Triliun

Kompas.com - 26/04/2013, 14:59 WIB
Didik Purwanto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat laba bersih sepanjang kuartal I-2013 sebesar 2,07 triliun, naik 34,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 1,54 triliun. Kenaikan laba disebabkan karena operasional perseroan.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan pendapatan operasional perseroan naik 25,7 persen dari Rp 5,194 triliun menjadi Rp 6,529 triliun.

"Peningkatan ini merupakan hasil dari perbaikan kinerja, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan menjaga kualitas kredit serta peningkatan pada sisi fee based income," kata Gatot dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (26/4/2013).

Peningkatan pendapatan operasional berasal dari pendapatan bunga bersih (net interest income) yang naik 22,7 persen dari Rp 3,497 triliun menjadi Rp 4,292 triliun. Sedangkan pendapatan non bunga naik 31,8 persen dari Rp 1,697 triliun menjadi Rp 2,237 triliun.

Tumbuhnya pendapatan bunga bersih yang cukup tinggi ini disebabkan BNI mampu memangkas biaya pendanaan (cost of fund) dari 3,2 persen pada kuartal I-2012 turun menjadi 2,3 persen pada periode yang sama tahun ini. Dari sisi kredit, perseroan mencatatkan kenaikan 21,6 persen dari Rp 164,81 triliun menjadi Rp 200,5 triliun.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) naik 21,3 persen dari Rp 220,87 triliun menjadi Rp 242,93 triliun. Dari sisi rasio keuangan, BNI mencatatkan LDR naik dari 74,4 persen menjadi 82,6 persen, NPL gross turun dari 3,6 persen jadi 2,8 persen, NIM naik tipis dari 6 persen menjadi 6,1 persen, ROE dari 18,4 persen menjadi 20,4 persen dan CAR turun dari 18,1 persen menjadi 17,8 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

BrandzView
Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Whats New
Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Whats New
Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Whats New
Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Whats New
Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Whats New
Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Whats New
Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Whats New
Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Signifikansi 'Early Adopters' dan Upaya 'Crossing the Chasm' Koperasi Multi Pihak

Signifikansi "Early Adopters" dan Upaya "Crossing the Chasm" Koperasi Multi Pihak

Whats New
Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS, BI Terus Intervensi Pasar

Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS, BI Terus Intervensi Pasar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com