Perbankan Indonesia Optimistis

Kompas.com - 01/05/2013, 03:36 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Perbankan Indonesia optimistis dan bersikap positif pada pertumbuhan ekonomi meski ada faktor-faktor ketidakpastian global. Optimisme itu tampak pada 87 persen responden dari 82 eksekutif perbankan senior yang disurvei PricewaterhouseCoopers Indonesia, mengantisipasi pertumbuhan yang stabil dengan tingkat inflasi pada tingkat moderat.

Kajian di atas merupakan hasil Indonesian Banking Survey 2013 yang dikeluarkan Jusf Wibisana dari Kantor Akuntan Publik Tanudirdja Wibisana dan rekan, yang merupakan partner PricewaterhouseCoopers (PwC) Jusuf Wibisana di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (30/4).

Survei ini dilakukan terhadap perbankan di seluruh Indonesia, termasuk bank-bank milik negara, lokal, asing, campuran, dan daerah. Para responden mewakili 74 persen dari pangsa pasar bank berdasarkan aset.

”Tahun lalu, sejumlah bankir merasa nyaman pada pengaruh ekonomi global. Meski krisis Amerika dan Eropa belum selesai, mereka yakin tidak akan terkena dampak krisis. Keyakinan mereka itu benar karena 2012 ditutup dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan kredit bermasalah yang relatif rendah. Tahun ini beberapa dari mereka mulai berjaga-jaga pada dampak dari krisis itu,” kata Jusuf.

Menurut Jusuf, pada survei tahun ini, 90 persen bankir mengatakan, mereka dapat mencapai atau melebihi anggaran mereka pada 2012 di tengah situasi ekonomi global yang rentan. ”Sebanyak 93 persen responden melihat telah ada perbaikan dalam kondisi perekonomian di Indonesia dalam kurun 3 tahun terakhir,” ujar Jusuf.

Terkait profitabilitas 2013, kata Jusuf, pandangan responden terhadap margin keuntungan bunga bersih atau (net interest margin/NIM) beragam. ”Sebanyak 40 persen dari responden berharap NIM akan tetap sama, 32 persen responden mengatakan akan menurun, dan 28 persen responden mengatakan akan meningkat,” ucap Jusuf.

Jusuf juga memaparkan, selain melihat optimisme dan peluang pertumbuhan ekonomi, para bankir juga melihat ada tiga tantangan bagi dunia perbankan Indonesia. Ketiga hal itu adalah persyaratan peraturan yang semakin meningkat, kompetisi yang lebih ketat, dan kurangnya sumber daya manusia.

”Sebanyak 80 persen responden merasa ketersediaan pegawai yang berkualitas dan berpengalaman langka,” kata Jusuf.

Direktur PT Bank Jasa Jakarta Krisna Chandra mengatakan, survei yang dibuat PwC itu cukup mencerminkan keadaan perbankan Indonesia. ”Bank Jasa Jakarta optimistis menghadapi tahun 2013 ini dan yakin meraih pertumbuhan,” kata Krisna. (K09)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.