Kompas.com - 01/05/2013, 12:56 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

GORONTALO, KOMPAS.com - Hari Buruh Internasional di Gorontalo diperingati juga oleh para guru honorer. Tergabung dalam Forum Guru Honor Persatuan Guru Republik Indonesia (FGH-PGRI), sekitar 750 pahlawan tanpa tanda jasa ini menuntut upah layak sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).

Para guru yang tergabung dalam FGH-PGRI dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) wilayah Gorontalomelakukan aksi konvoi, Rabu (1/3/2013).

Berdasarkan data FGH-PGRI, terdapat 10 ribu guru honorer di Gorontalo, 80 persen di antaranya hanya menerima upah Rp 200.000 per bulan. "Kami menuntut upah guru honorer setara dengan UMP yaitu sebesar Rp. 1.1750.000," kata Wakil Ketua FGH-PGRI Gorontalo, Hestiani Diayi.

Selain itu, FGH-PGRI menuntut Pemerintah memberikan jaminan kesehatan dan sosial bagi guru honorer, bea siswa untuk guru lulusan SLTA, dan sertifikasi untuk guru lulusan S1 dan S2. "Kami juga meminta Pemerintah segera mengangkat guru honor menjadi CPNS sesuai dengan usia kerja dan kinerja," kata Hesti.

Massa guru memulai aksi dari Gedung Perjuangan Guru, dan membacakan tuntutan di beberapa tempat seperti Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Kantor Gubernur, DPRD dan kantor-kantor media massa.

Selain para guru, ikut serta dalam aksi ini para pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pos Indonesia, Jasa Raharja, Telkom dan PLN. Mereka menuntut Kementerian BUMN menghapus sistem kerja alih daya yang selama ini dianggap merugikan para pekerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anjlok Tajam, Simak Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian

Anjlok Tajam, Simak Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian

Spend Smart
Penurunan Emisi Karbon, Bos Freeport: Ada Biaya yang Tidak Kecil yang Harus Dikeluarkan...

Penurunan Emisi Karbon, Bos Freeport: Ada Biaya yang Tidak Kecil yang Harus Dikeluarkan...

Whats New
Pertanian Terus Berproduksi, Presiden Jokowi: Terima Kasih Petani dan Pak Mentan

Pertanian Terus Berproduksi, Presiden Jokowi: Terima Kasih Petani dan Pak Mentan

Rilis
Peringati HUT Ke-57, Telkom Gencarkan 3 Misi untuk Wujudkan Indonesia Maju

Peringati HUT Ke-57, Telkom Gencarkan 3 Misi untuk Wujudkan Indonesia Maju

Rilis
Pangkas Emisi, Freeport Bakal Manfaatkan LNG

Pangkas Emisi, Freeport Bakal Manfaatkan LNG

Whats New
Tren Penumpang Tinggi, KRL Commuter Line Operasikan 1.081 Perjalanan

Tren Penumpang Tinggi, KRL Commuter Line Operasikan 1.081 Perjalanan

Rilis
Luhut Peringatkan Pemda: Kalau Ada Perkebunan Kasih Pelicin, Jangan Terima!

Luhut Peringatkan Pemda: Kalau Ada Perkebunan Kasih Pelicin, Jangan Terima!

Whats New
Cadangan Devisa Naik, IHSG dan Rupiah Siang Menguat

Cadangan Devisa Naik, IHSG dan Rupiah Siang Menguat

Whats New
Rupiah Sempat Tembus 15.000, Pengusaha: Mengkhawatirkan Kami, Kalau Berlanjut Bisa Alami Krisis Arus Kas

Rupiah Sempat Tembus 15.000, Pengusaha: Mengkhawatirkan Kami, Kalau Berlanjut Bisa Alami Krisis Arus Kas

Whats New
Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 136,4 Miliar Dollar AS pada Juni 2022

Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 136,4 Miliar Dollar AS pada Juni 2022

Whats New
Ungkap Kendala Proyek LRT Jabodebek, Dirut PT KAI: Desainnya Sudah Enggak Benar dari Awal...

Ungkap Kendala Proyek LRT Jabodebek, Dirut PT KAI: Desainnya Sudah Enggak Benar dari Awal...

Whats New
LPS: Peran Investor Ritel Penting untuk Meredam Tekanan Ekonomi Global

LPS: Peran Investor Ritel Penting untuk Meredam Tekanan Ekonomi Global

Whats New
Survei Populix: Masyarakat Indonesia Cenderung Gunakan Mobile Banking ketimbang E-wallet dan Digital Banking

Survei Populix: Masyarakat Indonesia Cenderung Gunakan Mobile Banking ketimbang E-wallet dan Digital Banking

Whats New
Bank Sentral Malaysia Kerek Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

Bank Sentral Malaysia Kerek Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.