Kompas.com - 02/05/2013, 07:55 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan ambil untung siap menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis (2/5/2013). Rekor tertinggi indeks di hari sebelumnya dan sentimen negatif dari bursa global menjadi faktor-faktor penekan indeks.

Memburuknya data perekonomian sejumlah negara dengan perekonomian terbesar, khususnya Amerika Serikat dan China, menekan bursa Wall Street semalam waktu Indonesia. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,94 persen ke level 14.700; Indeks S&P500 turun 0,93 persen ke level 1.582 dan Indeks Komposit Nasdaq melempem 0,89 persen ke level 3.299.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 26,85 poin (0,53 persen) ke level 5.060,92 dengan jumlah transaksi sebanyak 11,7 juta lot atau setara dengan Rp 6,3 triliun.

Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 47 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain KIJA, BBCA, ASII, BMRI dan ACES. Mata uang rupiah terapresiasi ke level Rp 9.724 per dollar AS.

Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, kenaikan IHSG menghasilkan sinyal golden cross pada indikator MACD. Indeks akan bergerak dengan level dukungan di 5.000 dan resisten di 5.100. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah ADES, LPCK dan ULTJ. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.