Kompas.com - 06/05/2013, 13:32 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2013 hanya naik 6,02 persen. Nilai tersebut lebih rendah dibanding target pemerintah di periode yang sama yaitu 6,2-6,3 persen.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih rendah dibanding target semula disebabkan karena perlambatan di sisi investasi.

"Kita ekspektasi karena perlambatan di investasi. Namun angkanya belum keluar. Kami memang sudah perkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2013 memang akan lebih buruk atau lebih flat dibanding kuartal IV-2012," kata Destry kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (6/5/2013).

Destry memerkirakan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2013 ini bisa sebesar 6,1 persen. Namun ternyata hanya naik 6,02 persen. Destry menganggap bahwa kenyataan pertumbuhan ekonomi di periode tersebut ternyata lebih rendah dari ekspektasi para analis.

Seperti diberitakan, Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2013 berada pada kisaran 6,2 persen hingga 6,3 persen. Kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih menjadi dasar prediksi. "Tahun ini memang kondisinya belum bisa diyakini lebih baik dari tahun lalu," ujar Bambang di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Dia mengharapkan kondisi perekonomian global mulai membaik pada semester II, agar target pertumbuhan yang diperkirakan tahun ini mencapai 6,3 persen-6,5 persen dapat tercapai. 

"Kita mengandalkan di semester II. Kita berharap ada perbaikan di global, terserah mau (perbaikan harga) komoditas atau apa," kata Bambang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia pun menginginkan adanya kepastian terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi karena dapat memberikan dampak kepada kualitas pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Kalau ada kebijakan, malah positif buat pertumbuhan, karena itu bagus pengaruhnya ke makro," katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 berada pada kisaran 6,2 persen-6,6 persen. Perkiraan ini lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya yang dipatok di kisaran 6,3 persen-6,8 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.