Kompas.com - 06/05/2013, 20:24 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

DUBAI, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Qatar Airways kehilangan pendapatan sebesar 200 juta dollar AS atau hampir Rp 2 triliun sebagai buntut terjadinya permasalahan teknis pesawat Boeing 787 Dreamliner.

CEO Qatar Airways Akbar Al Baker mengungkapkan sehubungan dengan masalah yang terjadi pada pesawat baru dari Boeing itu, perseroan akan mendapatkan kompensasi dari pabrikan pesawat asal AS tersebut. Maskapai penerbangan ini sebelumnya mengembalikan pesawat Boeing 787 Dreamliner kepada pabrikannya karena adanya gangguan permesinan.

Al Baker sebelumnya sempat mengkritik berbagai otoritas penerbangan, bahwa melarang Dreamliner terbang adalah sebuah tindakan yang berlebihan.

Selain Qatar Airways, maskapai lain yang juga mengalami permasalahan dari pesawat tersebut adalah All Nippon Airways, setelah pesawat tersebut mengalami kerusakan baterai.

Belakangan ini, Boeing telah menyelesaikan permasalahan baterai tersebut, setelah otoritas penerbangan AS menyatakan masalah itu berhasil diatasi.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X