Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/05/2013, 08:56 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com— Maskapai Sriwijaya Air kembali membuka rute internasional baru, yakni Jakarta-Dili PP (via Denpasar).

Selain dimaksudkan untuk memperluas pangsa pasar Sriwijaya Air di luar negeri, dibukanya rute baru ini adalah salah satu upaya Sriwijaya Air untuk memfasilitasi transportasi para pelanggan.   

"Dibukanya penerbangan Jakarta-Dili merupakan salah satu bentuk perhatian dan komitmen terhadap kebutuhan pelanggan," kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono, Selasa (7/5/2013), dalam surat elektroniknya.

Sebelumnya, rute Jakarta-Dili diterbangi oleh Batavia Air. Namun, pasca-penutupan Batavia Air, rute tersebut kekurangan penerbangan.  

Terhitung mulai Jumat (10/5/2013), Sriwijaya Air melayani rute Jakarta Dili PP setiap hari sekali, dengan singgah terlebih dahulu di Denpasar.

Rute ini diterbangkan dari Jakarta pukul 05.45 WIB, tiba di Denpasar pukul 08.30 Wita, kemudian lanjut ke Dili pada pukul 09.50 Wita dan tiba di Dili pukul 12.40 waktu setempat.

Untuk rute Dili-Jakarta akan diterbangkan pada pukul 13.25 waktu Dili, dan tiba di Jakarta pukul 16.30 WIB.

Penerbangan Jakarta-Dili akan menggunakan armada baru Sriwijaya Air, yaitu pesawat Boeing 737-500, dengan konfigurasi tempat duduk terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksekutif dan kelas ekonomi.

Dengan adanya layanan kelas eksekutif ini, maka Sriwijaya Air memberikan pilihan kepada pelanggannya untuk kenyamanan dalam perjalanan.  

"Layanan kelas eksekutif ini menjadi alternatif yang menarik untuk pelanggan, mengingat perjalanan Jakarta-Dili PP adalah perjalanan yang cukup memakan waktu. Dengan kelas eksekutif, tentu perjalanannya semakin nyaman," ujar Agus.

Pesawat Boeing 737-500 yang akan melayani rute ini memiliki kapasitas 120 tempat duduk, terdiri dari delapan kursi kelas eksekutif dan 112 kursi kelas ekonomi.    

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

B35 akan Diimplementasikan Besok, Menko Airlangga: Seluruhnya Sudah Siap

B35 akan Diimplementasikan Besok, Menko Airlangga: Seluruhnya Sudah Siap

Whats New
Fasilitasi Pendidikan Layak bagi Anak, Pupuk Kaltim Kembali Buka Program Beasiswa PKTPP

Fasilitasi Pendidikan Layak bagi Anak, Pupuk Kaltim Kembali Buka Program Beasiswa PKTPP

Whats New
Tumbuh 46,9 Persen, Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 41,2 Triliun

Tumbuh 46,9 Persen, Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 41,2 Triliun

Whats New
Susul Shopee, Lazada Juga Turunkan 'Seller' yang Jual Minyakita di Atas HET

Susul Shopee, Lazada Juga Turunkan "Seller" yang Jual Minyakita di Atas HET

Whats New
Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, Tim Likuidasi: Bukan Berarti Mereka Tak Percaya

Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, Tim Likuidasi: Bukan Berarti Mereka Tak Percaya

Whats New
Seller Shopee Jual Minyakita di Atas HET, Manajemen: Kami akan Turunkan

Seller Shopee Jual Minyakita di Atas HET, Manajemen: Kami akan Turunkan

Whats New
Dukung Ekosistem Ekonomi Digital, Bank Jago: Yang Diperlukan adalah Keberanian dan Keberpihakan

Dukung Ekosistem Ekonomi Digital, Bank Jago: Yang Diperlukan adalah Keberanian dan Keberpihakan

Whats New
DPR Singgung Kementan Klaim Beras Surplus, Bapanas: 6 Bulan Terakhir Defisit

DPR Singgung Kementan Klaim Beras Surplus, Bapanas: 6 Bulan Terakhir Defisit

Whats New
Soal 'Reshuffle' Kabinet, Mendag Zulhas: Saya Urusannya Cabai, Beras, Minyak Goreng

Soal "Reshuffle" Kabinet, Mendag Zulhas: Saya Urusannya Cabai, Beras, Minyak Goreng

Whats New
Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi 'Top Losers' LQ45

IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi "Top Losers" LQ45

Whats New
Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Whats New
Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Whats New
9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

Whats New
BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+