Pengusaha Muda Setuju Harga BBM Naik

Kompas.com - 08/05/2013, 09:34 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) setuju jika harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

"Kami dari awal (setuju) naikkan saja. Karena, sekarang subsidi sudah 3,8 persen dari APBN, dan itu dilarang, maksimum tiga persen. Tinggal bagaimana kita mengefisienkan," ujar Harry Warganegara, Sekretaris Jenderal Hipmi, Selasa (7/5/2013).

Kenaikan BBM, lanjut Harry, harus diimbangi dengan pemberian layanan public transport yang semakin baik. Harry mengusulkan penerapan sistem mobil ganjil genap di seluruh Jakarta, dan mengurangi pajak kendaraan khusus angkutan kota yang tergabung dalam asosiasi, misalnya Organda.

"Saya setuju dengan sistem genap ganjil, tapi tidak setuju kalau untuk kawasan tertentu, seluruh Jakarta saja diberlakukan. Kalau ternyata terlalu lengang, kasih kuota," saran Harry.

Kuota nomor polisi (nopol) ganjil boleh masuk ketika hari nopol genap atau sebaliknya. Asal, pemilik mobil membeli stiker mobil (misalnya) seharga Rp 1 juta, dengan pembatasan atau sistem lelang terbatas.

Untuk asosiasi, pemerintah dapat mengurangi pajak kendaraan kepada Organda. Sehingga, tarif angkutan kota tidak naik.

"Bisa enggak pemerintah seperti itu? Bisa dong, tinggal nego saja, sektor mana yang minta subsidi," urainya. (Agustina Rasyid)

Artikel terkait dapat dibaca dalam topik: Subsidi BBM untuk Orang Kaya?

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X