Kompas.com - 15/05/2013, 12:40 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kedatangan belasan tim penyidik KPK ke kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Rabu (15/5/2013), dilengkapi dengan surat penyitaan mobil, surat tugas, dan surat penyidikan. Salah satu tujuan kedatangan tim penyidik KPK adalah untuk menyita enam mobil yang diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang impor sapi.

"Secara hukum kalau yang sekarang lengkap karena ada kuasa hukum Zaenuddin Paru (pengacara Lutfi)," kata Ketua DPP PKS Mardhani Ali Sera singkat di depan para wartawan, Rabu.

Hingga berita ini diturunkan masih terjadi dialog antara pihak penyidik KPK dan pihak dari DPP PKS. Sementara sejumlah anggota Brimob yang mendampingi turut berjaga, baik di dalam gedung maupun di halaman kantor partai yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, tersebut. Para penyidik KPK datang dengan tujuh mobil Toyota Innova.

Keenam mobil yang hendak disita adalah VW Carravel berpelat B 948 RFS, Mazda CX 9 berpelat B 2 RFS, Fortuner berpelat B 544 RFS, Mitsubishi Grandis berpelat B 7476 UE, Nissan Navara, dan Mitsubishi Pajero Sport.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

    Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

    Whats New
    Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

    Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

    Rilis
    Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

    Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

    Whats New
    50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

    50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

    Whats New
    Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

    Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

    Whats New
    BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

    BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

    Rilis
    Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

    Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

    Whats New
    Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

    Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

    Rilis
    Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

    Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

    Whats New
    Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

    Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

    Rilis
    Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

    Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

    Rilis
    Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

    Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

    Rilis
    Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

    Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

    Rilis
    Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

    Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

    Whats New
    Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

    Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.