Menkeu Baru Harus Berani Evaluasi Utang Pemerintah

Kompas.com - 20/05/2013, 15:30 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak yang berharap naiknya Chatib Basri menjadi Menteri Keuangan memberikan warna baru dalam struktur APBN, termasuk berani mengambil langkah untuk menghentikan defisit APBN serta mengevaluasi utang pemerintah.

Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh anggota Komisi XI DPR, Arif Budimanta. Menurutnya, sebagai aktivis, Chatib Basri seharusnya memiliki keberanian melakukan perubahan haluan ekonomi yang selama ini sangat liberal dan mengakibatkan ketimpangan makin lebar.

"Saat ini ketimpangan semakin melebar dan pemerataan pembangunan terabaikan. Itu tantangan utamanya," ujar Arif melalui pesan singkat, Senin (20/5/2013).

Menurutnya, perubahan yang paling mendesak adalah Menkeu melakukan evaluasi terhadap utang dan reformasi fundamental terhadap struktur APBN sehingga benar-benar berfungsi mempercepat kesejahteraan rakyat.

Terkait dengan utang, Wakil Menkeu Mahendra Siregar sebelumnya berujar bahwa pemerintah yakin bisa membayar utang negara sekitar Rp 2.000 triliun. Jumlah tersebut sekitar 23 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp 9.000 triliun.

Menurut Mahendra Siregar, pemerintah saat ini fokus untuk menjaga fiskal negara. Sebab, selama ini keuangan negara mengalami defisit karena sebagian besar keuangan negara digunakan untuk anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Kami mampu membayar karena, jika dilihat, maka bukan saja nominalnya, melainkan besarnya kapasitas membayar," kata Mahendra saat ditemui selepas Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR Jakarta, Senin (20/5/2013).

Mahendra menambahkan, kapasitas membayar tersebut terlihat dari besaran PDB negara. Saat ini kapasitas PDB sekitar Rp 9.000 triliun atau sekitar 1 triliun dollar AS menunjukkan kapasitas untuk beroperasinya mesin ekonomi Indonesia, termasuk untuk membayar utang negara.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

    Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

    Spend Smart
    Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

    Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

    Whats New
    BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

    BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

    Whats New
    Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

    Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

    Whats New
    Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

    Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

    Whats New
    Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

    Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

    Whats New
    Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

    Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

    Whats New
    Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

    Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

    Whats New
    Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

    Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

    Earn Smart
    [POPULER MONEY]  Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

    [POPULER MONEY] Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

    Whats New
    Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

    Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

    Smartpreneur
    Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

    Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

    Whats New
    Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

    Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

    Whats New
    Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

    Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

    Whats New
    Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

    Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X