Kompas.com - 22/05/2013, 19:43 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga korban runtuhnya tambang bawah tanah di area Big Gossan, Kabupaten Timika, Papua, mendapatkan prioritas untuk masuk menjadi karyawan PT Freeport Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan, hal itu adalah bentuk pertanggungjawaban PT Freeport atas musibah runtuhnya tambang pada 14 Mei lalu.

Itu adalah salah satu hasil keputusan bersama dari pertemuan Jero Wacik dengan CEO Freeport McMoRan Copper & Gold, Richard C Adkerson, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto, Rabu (22/5/2013) di Jakarta.

Selain itu, PT Freeport Indonesia akan membiayai pendidikan 24 anak yang menjadi tanggungan korban meninggal dan luka-luka, hingga ke jenjang universitas.

Proses evakuasi korban runtuhnya area tambang Big Gossan telah dinyatakan selesai pada Selasa (21/5/2013) kemarin. Dari proses evakuasi yang berlangsung selama delapan hari, ditemukan 28 korban meninggal dunia, lima orang luka berat, dan lima orang luka ringan.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.