Kompas.com - 23/05/2013, 09:01 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, Ben Bernanke, dalam testimoninya pada Joint Economic Committee di Kongres AS kemarin menyatakan bahwa kebijakan moneter ketat yang terlalu dini akan membahayakan ekonomi AS. Hal itu ada di tengah ketatnya kebijakan fiskal akibat pemangkasan anggaran dan tingkat pengangguran yang masih tinggi.

Namun Bernanke juga memberi pernyataan yang membuat sentimen negatif investor karena the Fed akan menurunkan jumlah pembelian obligasi ke depan dengan melihat kemajuan di pasar tenaga kerja yang lebih konsisten.

Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, kemungkinan tersebut juga disampaikan dalam notulensi pertemuan the Fed 1 Mei lalu yang dipublikasikan kemarin. Beberapa Presiden regional the Fed memberikan pernyataan perlunya untuk mengamati perkembangan pasar tenaga kerja sebelum mengambil keputusan menurunkan skala stimulus.

Notulensi tersebut juga menyebutkan beberapa pejabat the Fed setuju mengurangi stimulus pada pertemuan the Fed Juni mendatang jika data-data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berlanjut. Indeks Dow Jones turun 0,52 persen dan Treasury Bond 10 tahun naik menjadi 2,039 persen kemarin. Indeks S&P500 juga menyentuh level terendahnya dalam perdagangan tiga pekan terakhir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X