Perbaiki Kualitas Pertumbuhan

Kompas.com - 24/05/2013, 03:02 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat menyerukan pemerintah memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi. Ini disampaikan sebagai tanggapan atas optimisme pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 berkisar 6,4-6,9 persen.

Padahal, tahun ini, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 6,2 persen, lebih rendah dari target 6,4 persen.

Sebanyak sembilan fraksi secara bergantian menyampaikan pandangannya dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Kamis (23/5). Menteri Keuangan M Chatib Basri dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana hadir mewakili pemerintah.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS M Sohibul Iman tersebut merupakan rangkaian proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2014. Pada 20 Mei, pemerintah telah menyampaikan pokok-pokok kebijakan RAPBN Tahun 2014.

Juru bicara Partai Kebangkitan Bangsa, Chusnunia Chalim, menyatakan, APBN harus menjadi instrumen pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.

”Target pertumbuhan ekonomi batas atas, yakni 6,9 persen, bisa dicapai kalau pemerintah bisa mengoptimalkan dukungan bonus demografi dan menaikkan rasio pajak menjadi 14-16 persen. Belanja juga harus diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat. Buruknya penyerapan anggaran setiap tahun harus sudah bisa diselesaikan tahun depan,” kata Chusnunia.

Juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ecky Awal Mucharam, menyatakan, belanja pemerintah yang belum menjadi stimulus ekonomi secara maksimal. Persoalan klasik seperti penyerapan anggaran yang selalu di bawah 80 persen, harus segera dibenahi.

Juru bicara Fraksi Gerakan Indonesia Raya, Fary Djemi Francis, menyebutkan, pertumbuhan ekonomi selama ini belum banyak mengurangi jumlah penduduk miskin dan menciptakan lapangan kerja. Artinya, jargon ”pro-job” dan ”pro-poor” hanya sebatas slogan. ”Tak ada strategi anggaran yang mendukung tujuan itu,” kata Fary.

Seusai Rapat Paripurna DPR, M Chatib Basri, kepada wartawan, menyatakan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 2014 bisa mencapai kisaran 6,4-6,9 persen. Soal realisasinya akan mendekati batas atas atau bawah, itu bergantung pada sejumlah faktor antara lain tingkat perbaikan ekonomi Eropa.

Namun hal yang pasti, kata Chatib, Indonesia memiliki modal baik pada tahun 2014. Modal itu adalah tren positif atas pertumbuhan konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor.

Konsumsi masyarakat yang mengambil 60 persen porsi produk domestik bruto tetap akan tumbuh positif. Bahkan trennya akan semakin meningkat karena daya beli masyarakat akan naik mengingat inflasi akan kembali ke tingkat normal, yakni 3,5-5,5 persen.

Tahun ini, inflasi diproyeksikan mencapai 7,2 persen jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Efek inflasi biasanya berlangsung selama tiga bulan pertama.

Investasi dan ekspor, menurut Chatib, juga akan membaik menyusul pertumbuhan ekonomi global yang membaik pula. Perbaikan ekonomi global berimplikasi pada peningkatan permintaan komoditas sehingga sektor-sektor yang berkaitan dengan investasi juga akan meningkat. (LAS)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X