Kompas.com - 24/05/2013, 08:30 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com - Investor mulai tidak yakin terhadap kelanjutan injeksi likuiditas dari bank sentral. Ini bisa memicu koreksi indeks di berbagai bursa dunia yang sebelumnya sempat mencapai rekor tertingginya.

Pernyataan the Fed terhadap kemungkinan pengurangan stimulus jika ekonomi AS membaik, disertai pernyataan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kuroda untuk menurunkan imbal hasil obligasi di tengah ekspektasi naiknya inflasi membuat kepanikan investor. Kebijakan BoJ yang berencana menstimulus ekonomi Jepang senilai 74 triliun yen per bulan telah membuat aliran modal asing masuk yang masif.

Hal ini menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, membuat imbal hasil obligasi Jepang turun dan indeks Nikkei naik disertai pelemahan yen hingga menembus 103,31 per dollar AS. Pernyataan BoJ membuat investor meragukan kebijakan stimulus yang diumumkan. Investor semakin khawatir dengan data manufaktur China yang kontraksi (turun) dalam tujuh bulan terakhir. Kekhawatiran ini membuat koreksi indeks di berbagai bursa dunia, yang sebelumnya sempat mencapai rekor tertingginya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X