Perbanas: Bunga Kredit Kemungkinan Sulit Naik

Kompas.com - 24/05/2013, 15:32 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Persatuan Bank Bank Nasional (Perbanas) menilai kenaikan bunga kredit perbankan sulit meskipun Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate).

Bahkan, ada kecenderungan kenaikan bunga perbankan untuk loan (pinjaman) dan deposito tidak terlalu tinggi meskipun inflasi diperkirakan mencapai 7,2 persen sampai dengan akhir tahun ini.

Sigit Pramono, Ketua Perbanas, menilai kenaikan besaran bunga perbankan merupakan persoalan yang besar karena sengitnya  persaingan antar-perbankan. "Saya perkirakan BI Rate kemungkinan naik, tetapi bunga kredit tidak akan naik signifikan meskipun inflasi diperkirakan naik 7,2 persen dan kami perkirakan naiknya tidak terlalu cepat," katanya di Jakarta, Jumat (24/5/2013).

Menurutnya, banyak faktor yang membuat bank kesulitan dalam menaikan bunga kredit, di antaranya persaingan dengan bank lain maupun lembaga pembiayaan.

Akibatnya, bunga bank akan mengikuti mekanisme pasar dan akan membawa perbankan kepada penurunan pertumbuhan kredit  jika bunga perbankan dinaikan. Hal ini yang menjadi pertimbangan besar untuk tidak menaikkan besaran bunga untuk kredit dan dana.

"Dua-duanya akan sulit naik karena persaingan, kalau saya lihat memang, soalnya jika bunga kredit naik, bunga tabungan akan naik. Ini yang mestinya dijaga perbankan. Saya sendiri tidak bisa memperkirakan naiknya BI Rate, biar BI yang menentukan," katanya. (Arif Wicaksono/Tribunnews)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X