Kompas.com - 24/05/2013, 20:24 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

MAKASSAR, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berharap kartel di perbankan Indonesia bisa berakhir di penghujung tahun 2013 demi menghadapi persaingan ekonomi secara global pada 2015.

"Ini yang jadi masalah karena Indonesia akan menghadapi persaingan ekonomi global pada tahun 2015 dan jika praktik kartel di dunia perbankan tidak segera diakhiri, maka Indonesia akan sulit dalam persaingan ekonomi secara global," kata Komisioner KPPU Syarkawi Rauf di Makassar, Jumat (23/5/2013).

Ia mengatakan, tantangan terbesar di Indonesia sekarang yakni persaingan ekonomi secara global pada 2015, serta persaingan di lingkup kawasan benua Asia khususnya ASEAN. Karena itu, pihaknya menilai Indonesia masih sulit bersaing jika perbankan tidak segera menurunkan suku bunga kredit yang saat ini masih berkisar 14 persen, dan kondisi ini sudah cukup jauh tertinggal dengan negara-negara kecil lainnya di Asia.

"Hanya di Indonesia yang tingkat suku bunganya paling tinggi, dan ini cukup sulit untuk bersaing dengan negara-negara lain seperti Singapura, Vietnam dan Laos," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih Melemah, Simak Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Masih Melemah, Simak Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Earn Smart
Sebelum Tukar Dollar AS, Intip Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Sebelum Tukar Dollar AS, Intip Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Spend Smart
Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN Terbaru

Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN Terbaru

Spend Smart
Biaya dan Syarat Membuat SKCK Terbaru di 2021

Biaya dan Syarat Membuat SKCK Terbaru di 2021

Work Smart
Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Pastikan Operasional Penerbangan Normal

Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Pastikan Operasional Penerbangan Normal

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Awal Sesi Masih Merah

IHSG dan Rupiah Awal Sesi Masih Merah

Whats New
Simak Rincian Harga Emas Antam Terkini

Simak Rincian Harga Emas Antam Terkini

Whats New
Borong 179,3 Juta Saham, Presdir OASA Kuasai 75 Persen Saham Perusahaan

Borong 179,3 Juta Saham, Presdir OASA Kuasai 75 Persen Saham Perusahaan

Whats New
Tingkatkan Multiplier Effect Sektor Hulu Migas, SKK Migas Luncurkan Buku Data Kemampuan Nasional Industri Penunjang Migas

Tingkatkan Multiplier Effect Sektor Hulu Migas, SKK Migas Luncurkan Buku Data Kemampuan Nasional Industri Penunjang Migas

BrandzView
Agenda Penting 9th MM CPOPC 2021, dari Perluasan Keanggotaan hingga Kesejahteraan Petani Sawit

Agenda Penting 9th MM CPOPC 2021, dari Perluasan Keanggotaan hingga Kesejahteraan Petani Sawit

Rilis
Mengenal Konsep “Membeli Murah dan Menjual Mahal” dalam Trading Forex

Mengenal Konsep “Membeli Murah dan Menjual Mahal” dalam Trading Forex

Earn Smart
Berapa Pinjaman China yang Ditanggung RI dalam Proyek Kereta Cepat?

Berapa Pinjaman China yang Ditanggung RI dalam Proyek Kereta Cepat?

Whats New
 Dukung Vaksinasi dan Terapkan Prokes Ketat, Cara Gojek Lindungi Mitra Driver serta Pengguna Layanan

Dukung Vaksinasi dan Terapkan Prokes Ketat, Cara Gojek Lindungi Mitra Driver serta Pengguna Layanan

BrandzView
Diklaim Milik China, Natuna Simpan Cadangan Gas Raksasa

Diklaim Milik China, Natuna Simpan Cadangan Gas Raksasa

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.