Kompas.com - 27/05/2013, 18:11 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA,KOMPAS.com — PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) diam-diam telah menjual beberapa aset anak usaha. Hal ini terungkap dalam laporan keuangan UNSP per 31 Desember 2012 yang baru dirilis akhir pekan lalu.

Pada 18 Desember 2012, UNSP telah menandatangani perjanjian jual beli aset enam anak usaha yang bernaung dalam sub-grup Agri International Resources Pte Ltd (AIRPL) dengan pihak ketiga yang tidak disebutkan identitasnya.

Keenam anak usaha itu adalah PT Jambi Agrowijaya, PT Eramitra Agrolestari, PT Trimitra Sumberperkasa, PT Multrada Multi Maju, PT Padang Bolak Jaya, dan PT Perjapin Prima.

Ada dua jenis aset yang telah dijual. Pertama, UNSP melego aset tetap enam anak usaha itu di luar hak guna usaha (HGU) dan tanaman perkebunan. UNSP juga menjual persediaan yang dimiliki enam anak usaha kecuali minyak kelapa sawit dan inti kelapa sawit.

Hingga 31 Desember 2012, UNSP telah menerima pembayaran atas penjualan aset tetap senilai 29,61 juta dollar AS. Dari transaksi ini, UNSP mengklaim laba penjualan aset tetap senilai Rp 33,28 miliar.

Di saat bersamaan, keenam anak usaha UNSP turut melego aset tidak lancar yang dimilikinya. UNSP mengklasifikasikan empat aset tidak lancar yang  tersedia untuk dijual. Pertama, bibit tanaman senilai Rp 6,9 miliar. Kedua, tanaman perkebunan enam anak usaha senilai total Rp 531,24 miliar. Ketiga, aset tetap enam entitas anak senilai Rp 15,58 miliar. Keempat, goodwill enam anak usaha senilai Rp 1,98 triliun. Goodwill adalah selisih antara biaya akuisisi perusahaan dan anak usaha dengan nilai wajar aset yang diperoleh.

Transaksi jual beli aset tidak lancar belum sepenuhnya rampung dilakukan. Namun, UNSP sudah menerima uang muka penjualan senilai 9,89 juta dollar AS atau setara Rp 95,33 miliar. Tidak hanya itu, UNSP juga berniat menjual kepemilikan saham dan pengalihan hak tagih di PT Guntung Idamanusa. UNSP menguasai Guntung tidak secara langsung, tetapi lewat dua anak usaha, yakni PT Grahadura Leidong Prima (GLP) dan PT Sumbertama Nusa Pertiwi (SNP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

GLP memiliki 38.119 saham atau setara 99,97 persen total saham Guntung. Sementara SNP menguasai 10 saham atau setara 0,03 persen saham Guntung. UNSP mengklaim sudah mendapatkan beberapa calon pembeli pihak ketiga yang siap mengakuisisi saham Guntung. Manajemen UNSP belum mengungkapkan nilai jual beli saham Guntung. Namun, total aset Guntung per 31 Desember 2012 terbilang besar, yakni senilai Rp 1,07 triliun.

Maklum, Guntung merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan kepemilikan lahan mencapai 12.547 hektar. Guntung juga mengantongi HGU hingga tahun 2038 mendatang.

Divestasi aset beberapa anak usaha tersebut memang sudah direncanakan UNSP. Ini terlihat dari dimasukkannya enam anak usaha itu pada kelompok "operasi yang dihentikan" dalam laporan keuangan per 31 Desember 2012.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.