Kompas.com - 27/05/2013, 18:11 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

Kelompok ini mencakup seluruh komponen anak usaha UNSP yang telah dijual atau diklasifikasikan untuk didivestasi. Kinerja keuangan dari kelompok ini dibukukan pada bagian terpisah dalam laporan laba-rugi perusahaan.

Per 31 Desember 2012, kelompok operasi yang dihentikan menyumbang penjualan Rp 442,29 miliar, turun 38,65 persen dari tahun 2011 yang senilai Rp 720,97 miliar. Penurunan penjualan membuat kelompok operasi yang dihentikan masih menyumbang kerugian senilai Rp 122,75 miliar pada akhir 2012 silam.

Di sisi lain, kinerja keuangan komponen anak usaha yang masih dikuasai UNSP atau kelompok Operasi yang dilanjutkan sangat buruk. Pada 2012, kelompok ini membukukan penjualan Rp 2,49 triliun, turun 31,83 persen dari 2011 yang tercatat Rp 2,49 triliun. Melorotnya penjualan ini kian tergerogoti oleh tingginya beban keuangan akibat tanggungan utang UNSP. Pada 2012, beban keuangan yang harus dibayar UNSP mencapai Rp 553,7 miliar.

Imbasnya, kelompok operasi yang dilanjutkan menyumbang rugi bersih hingga Rp 942,51 miliar pada 2012. Artinya, secara total, UNSP menanggung rugi bersih Rp 1,07 triliun, dari tahun 2011 yang masih mencetak laba bersih Rp 744,89 miliar.

Bambang Aria Wisena, Direktur Utama UNSP, berkilah, kenaikan rugi bersih tersebut lebih banyak disebabkan oleh melonjaknya beban-beban non-kas. Terlepas dari itu, UNSP mengakui kinerja operasionalnya turut tertekan akibat melorotnya harga jual sawit dan karet.

"(Penurunan kinerja juga disebabkan) adanya gangguan logistik di sejumlah pelabuhan pada kuartal IV 2012," tulis Bambang dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Reza Priyambada, Analis Trust Securities, menilai aksi divestasi aset anak usaha dilakukan UNSP guna menutupi kinerja operasional yang sekarat. Di sisi lain, UNSP harus terus membayar cicilan utang yang memang mencekik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bayangkan saja, per 31 Desember 2012, total liabilitas UNSP mencapai Rp 11,07 triliun. "UNSP mau dapat uang dari mana lagi selain jual asetnya," jelas Reza. (Veri Nurhansyah Tragistina/Kontan)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.