Kompas.com - 28/05/2013, 05:53 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Yogyakarta akan memiliki bandara yang lebih luas dengan kapasitas lebih banyak. Bandara baru tersebut rencananya akan berlokasi di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bila pembangunan berjalan sesuai rencana, bandara baru akan mulai beroperasi pada 2017.

"Bandara di Yogya ini ambisi kami. Bagaimana kami membangun airport yang betul-betul green ville dan menjadi airport city," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Tommy Soetomo, di Jakarta, Senin (27/5/2013). Direncanakan, bandara baru akan menggunakan lahan seluas 650 hektar dengan investasi pembangunan senilai Rp 6 triliun.

Bandara tersebut akan berdiri di lahan seluas 650 hektar, dan membutuhkan dana sebesar Rp 6 triliun. Menurut Tommy, pembangunan bandara akan melibatkan pihak swasta (join venture). Uji kelayakan dan rencana induk menurut dia sudah selesai digarap dan kini tinggal menanti hasil uji topografi dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Corporate Administration Department Head PT AP I Hary Budi Waluyo menambahkan, pembangunan bandara baru ini kemungkinan besar dimulai pada 2014. Waktu penyelesaian bandara diperkirakan tiga sampai empat tahun sehingga pengoperasian bandara ditargetkan bisa dilakukan pada 2017. "Besok (hari ini) kami ketemu Sri Sultan untuk melanjutkan proses ini. Rencananya di bandara di-linking dengan moda transportasi lain, seperti kereta dan kapal, karena lokasinya dekat dengan laut," ungkap Hary, Senin (27/5/2013).

Kondisi Bandara Internasional Adisutjipto di Kabupaten Sleman dinilai tak lagi memadai. Kapasitas penumpang sudah jauh melampaui kapasitas awal bandara. Seharusnya, bandara ini hanya bisa melayani sekitar 900.000 penumpang per tahun, tetapi yang terjadi jumlah penumpang tercatat sudah mencapai 4,5 juta orang per tahun.

Bandara baru yang direncanakan akan segera dibangun itu dirancang mampu menampung 15 juta penumpang per tahun. Kehadiran penerbangan murah telah memicu lonjakan jumlah penumpang tujuan Yogyakarta sejak tahun 2000-an.

Selain berencana membangun bandara baru di Yogyakarta, PT AP I juga merencanakan pembangunan General Aviation di Kaelan, Bali. "Tahun ini akan dikerjakan dan selesai tahun depan karena lahan sudah punya. Ini pengembangan setelah terminal internasional di bandara (I Gusti Ngurah Rai). Kami maraton mengerjakannya, mumpung bisa," papar Hary.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X