Kompas.com - 29/05/2013, 03:56 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

TIMIKA, KOMPAS.com — Runtuhnya terowongan tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Big Gossan, Mil 74 Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, tak cukup diselesaikan dengan pemberian kompensasi bagi para korban. Pemerintah harus menjatuhkan sanksi yang tak hanya administratif pada perusahaan tersebut.

"Insiden ini menyebabkan hilangnya nyawa orang. Tentu harus ada sanksi lain bukan sekadar sanksi administratif," ungkap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, Selasa (28/5/2013). Tidak cukup pula, kata dia, Freeport hanya membayar hak-hak pekerja yang menjadi korban runtuhnya terowongan ini berupa materi.

"(Kompensasi) itu wajib, pasti, tapi juga harus ada sanksi yang membuat efek jera. Saya kira bisa dilihat dalam konteks pidana karena unsur seperti itu indikasinya kuat," ujar Rieke. Menurut dia, insiden yang merenggut nyawa 28 pekerja dan melukai 10 pekerja lain tersebut tak boleh dimaklumi oleh pemerintah. "Butuh ketegasanlah dari pemerintah kita, saya tidak mendesak Freeport di satu sisi, tapi pemerintah kita dengan kontrak karya yang diperpanjang, apakah ini yang kita terima?" tanya Rieke.

Selasa (28/5/2013) pagi, Rieke bersama 11 anggota Komisi IX DPR yang membidangi masalah ketenagakerjaan mendatangi lokasi runtuhnya terowongan. Ditemui Kompas.com di Media Center PT Freeport Indonesia di Hotel Rimba Papua, Selasa petang, Rieke mengaku telah melihat langsung kondisi terowongan yang runtuh, mendapatkan paparan perusahaan terkait insiden, langkah penanganan, serta manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Indikasi human error

Rieke berpendapat harus ada investigasi mendalam, tak cukup hanya pada persoalan pergerakan alam yang menyimpulkan runtuhnya terowongan adalah bencana. Dia menduga ada faktor kesalahan manusia (human error) dalam insiden ini. "Dengan situasi alam seperti itu, adakah studi kelayakan sehingga pelatihan penyegaran tahunan (annual refresher) sejak tahun 2000 dipindahkan ke terowongan tambang bawah tanah? Meski kegiatan serupa berlangsung pada sejumlah tambang di luar negeri, apakah kondisi dan fasilitasnya sama?" tanya dia.

Semula, kata Rieke, dia menduga ruang kelas pelatihan yang tertimpa reruntuhan terowongan adalah semacam ruang bunker. Namun, yang ditemuinya, jaring dan besi penyangga bekas ruang kelas dalam kondisi berkarat. Dia juga mengaku heran, sebuah ruang kelas di dalam terowongan justru diberi atap dan plafon yang menyulitkan pengecekan kondisi batu yang menjadi atap terowongan.

"Bagaimana cara mereka memeriksa? Kalau diakui bahwa ada pemeriksaan rutin, kami minta report-nya. Dan bagaimana ngecek-nya, apakah plafonnya diturunin dulu?" kejar Rieke. Dia berpendapat insiden ini seharusnya tak pantas terjadi di pertambangan sekelas Freeport. "Freeport harusnya lebih profesional karena bukan tambang tradisional kan. Seharusnya ada fasilitas bagi pekerja, yang lebih memadai," kecam dia.

Secara pribadi, Rieke berpendapat kegiatan pelatihan di tambang bawah tanah sangat tidak layak. "Annual refresher seharusnya dilaksanakan di luar tempat kerja, kan acara rutin tiap tahun," ujar dia. Rieke berjanji mendorong Komisi IX DPR membahas insiden ini dalam rapat pleno, dengan menghadirkan PT Freeport Indonesia.

Terowongan bawah tanah Big Gossan runtuh, Selasa (14/5/2013). Akibatnya, 28 orang tewas dan 10 terluka, dengan evakuasi selama 7 hari. Para korban adalah peserta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang berada di ruang kelas 11 Quality Management Services Underground. Bobot reruntuhan yang menimpa ruang ini diperkirakan tak kurang dari 500 ton.

.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

    Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

    Spend Smart
    Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

    Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

    Rilis
    Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

    Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

    Whats New
    Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

    Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

    Whats New
    Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

    Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

    Spend Smart
    Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

    Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

    Whats New
    PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

    PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

    Whats New
    Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

    Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

    Whats New
    Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

    Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

    Whats New
    Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

    Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

    Work Smart
    Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

    Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

    Whats New
    Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

    Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

    Whats New
    Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

    Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

    Rilis
    INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

    INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

    Rilis
    Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

    Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.