Kompas.com - 29/05/2013, 13:37 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Penjamin Simpanan berharap beberapa investor yang sempat mengajukan penawaran untuk membeli PT Bank Mutiara Tbk (dulu Bank Century) kembali memasukkan penawaran dengan lebih serius menyusul dibukanya kembali penjualan bank tersebut.

Sebagaimana diketahui, LPS kembali membuka kesempatan bagi calon investor untuk memasukkan dokumen pembelian Bank Mutiara paling lambat 24 Juni 2013 dan melengkapi persyaratan selambat-lambatnya 1 Juli 2013. Sebagaimana penawaran sebelumnya, Bank Mutiara dijual seharga Rp 6,7 triliun atau sebesar dana penyelamatan untuk bank tersebut yang digelontorkan pemerintah pada 2008.

Sekretaris Perusahaan LPS Samsu Adi Nugroho menjelaskan, pada penawaran sebelumnya, sebenarnya ada calon investor yang sebenarnya serius membeli kendati mereka masih ada sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi.

"Tentunya kami berharap investor yang pernah memasukkan dokumen penawaran kembali berminat. Ini karena ada beberapa dari investor yang menawar sebenarnya serius untuk memiliki Bank Mutiara," ujarnya, Rabu (29/5/2013).

Dia menjelaskan, seluruh investor yang mengajukan pembelian Bank Mutiara pada penawaran sebelumnya tidak memenuhi persyaratan yang diajukan. Persyaratan yang tidak berhasil dipenuhi itu di antaranya laporan keuangan yang tidak lengkap, kemampuan pendanaan hingga tidak bersedia menunjukkan ultimate shareholders.

"Makanya kami tidak bisa mengidentifikasi para calon pembeli itu SVP (special purpose vehicle/perusahaan yang memiliki tujuan khusus) ataukah bukan. Itu yang sebenarnya ingin kami buka pada pemenuhan persyaratan administrasi," kata Samsu.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 90 Persen Aliran Listrik di NTT Kembali Tersambung Usai Diterjang Badai

Lebih dari 90 Persen Aliran Listrik di NTT Kembali Tersambung Usai Diterjang Badai

Whats New
Anak-Anak Dikhawatirkan Bisa Jangkau Rokok karena Harga Turun

Anak-Anak Dikhawatirkan Bisa Jangkau Rokok karena Harga Turun

Whats New
Direktur Shopee: Produk UMKM Lokal Enggak Kalah dari Produk Luar Negeri

Direktur Shopee: Produk UMKM Lokal Enggak Kalah dari Produk Luar Negeri

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Baik dan Buruk Overthinking, Bagaimana Memilih dan Memilahnya?

[KURASI KOMPASIANA] Baik dan Buruk Overthinking, Bagaimana Memilih dan Memilahnya?

Rilis
Dukung Keberlangsungan Bank Digital, Ini Fokus Bank Neo

Dukung Keberlangsungan Bank Digital, Ini Fokus Bank Neo

Whats New
Awas Hangus, Peserta Kartu Prakerja Gelombang 15 Segera Beli Pelatihan Sebelum 23 April

Awas Hangus, Peserta Kartu Prakerja Gelombang 15 Segera Beli Pelatihan Sebelum 23 April

Whats New
Puluhan Ribu Buruh Bakal Demo Selama 2 Hari

Puluhan Ribu Buruh Bakal Demo Selama 2 Hari

Whats New
Deposito Nasabah Rp 20 Miliar Hilang, Ini Respons Bank Mega Syariah

Deposito Nasabah Rp 20 Miliar Hilang, Ini Respons Bank Mega Syariah

Whats New
Tingkatkan Brand Awareness, SiCepat Gandeng Citilink

Tingkatkan Brand Awareness, SiCepat Gandeng Citilink

Whats New
Cuan di Tengah Pandemi, Toko Bahan Kue asal Malang Ini Mampu Jual Ribuan Produk

Cuan di Tengah Pandemi, Toko Bahan Kue asal Malang Ini Mampu Jual Ribuan Produk

Earn Smart
Teten Masduki: UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi

Teten Masduki: UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Erick Thohir Terbitkan Peraturan Baru, Aset BUMN Kini Bisa Dijual ke LPI

Erick Thohir Terbitkan Peraturan Baru, Aset BUMN Kini Bisa Dijual ke LPI

Whats New
AEON Mall Sentul City Terjual Rp 1,9 Triliun

AEON Mall Sentul City Terjual Rp 1,9 Triliun

Whats New
KTNA: Pupuk Subsidi Program Lintas Kementerian, Bukan Urusan Kementan Saja

KTNA: Pupuk Subsidi Program Lintas Kementerian, Bukan Urusan Kementan Saja

Rilis
Rabu Besok, KSPI Bakal Demo di Gedung MK hingga Kantor Gubernur Terkait UU Cipta Kerja

Rabu Besok, KSPI Bakal Demo di Gedung MK hingga Kantor Gubernur Terkait UU Cipta Kerja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X