Kompas.com - 30/05/2013, 11:12 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) semakin tegas menghadapi bank-bank bermasalah. Bank sentral memberikan waktu satu tahun bagi bank dalam pengawasan intensif dan tiga bulan bagi bank dalam pengawasan khusus untuk memperbaiki kinerja mereka.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No. 15/2/PBI/2013 mengenai tindak lanjut bank dalam pengawasan intensif dan bank dalam pengawasan khusus. Dalam beleid anyar ini, bank yang masuk dalam pengawasan intensif wajib melakukan beberapa tindakan. Yakni, menghapus buku kredit macet, membatasi remunerasi direksi dan komisaris bank, tidak melakukan pembayaran pinjaman subordinasi, memperkuat modal dan tidak menunda distribusi modal.

Adapun untuk bank dalam pengawasan khusus, BI melarang menjual atau menurunkan jumlah aset kecuali Sertifikat BI, giro pada BI, tagihan antara bank dan Surat Utang Negara (SUN). Bank juga dilarang, mengubah kepemilikan bagi pemegang saham yang memiliki minimal 10 persen atau menjadi pengendali bank.

Direktur Eksekutif Hubungan Masyarakat BI, Difi A. Johansyah, mengatakan aturan ini bertujuan untuk mempertegas kriteria dan penyelesaian yang wajib dilakukan bank bermasalah. Maklum, sebelum tahun 2008, BI tidak membatasi waktu bagi bank dalam pengawasan intensif dan khusus. Sehingga penyelesaiannya berlarut-larut.

Difi menambahkan, dalam aturan tersebut jika ada pemilik atau pengurus bank yang bandel atau tidak mampu menyehatkan bank bermasalah,  BI meminta mereka menjual bank pada investor strategik. "Tetapi investor tersebut harus lulus uji kepatutan dari BI dulu," tambahnya.

Menurut Ekonom A. Prasetyantoko, setahun cukup bagi bank dalam pengawasan intensif memperbaiki kinerja mereka. Jika BI memberikan waktu panjang , bank akan santai-santai memperbaiki kinerja. "Saatnya bank sakit lebih sehat karena pengawasan bank akan pindah dan tahun 2015 nanti ada masyarakat ekonomi ASEAN," katanya. (Nina Dwiantika/Kontan)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 90 Persen Aliran Listrik di NTT Kembali Tersambung Usai Diterjang Badai

Lebih dari 90 Persen Aliran Listrik di NTT Kembali Tersambung Usai Diterjang Badai

Whats New
Anak-Anak Dikhawatirkan Bisa Jangkau Rokok karena Harga Turun

Anak-Anak Dikhawatirkan Bisa Jangkau Rokok karena Harga Turun

Whats New
Direktur Shopee: Produk UMKM Lokal Enggak Kalah dari Produk Luar Negeri

Direktur Shopee: Produk UMKM Lokal Enggak Kalah dari Produk Luar Negeri

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Baik dan Buruk Overthinking, Bagaimana Memilih dan Memilahnya?

[KURASI KOMPASIANA] Baik dan Buruk Overthinking, Bagaimana Memilih dan Memilahnya?

Rilis
Dukung Keberlangsungan Bank Digital, Ini Fokus Bank Neo

Dukung Keberlangsungan Bank Digital, Ini Fokus Bank Neo

Whats New
Awas Hangus, Peserta Kartu Prakerja Gelombang 15 Segera Beli Pelatihan Sebelum 23 April

Awas Hangus, Peserta Kartu Prakerja Gelombang 15 Segera Beli Pelatihan Sebelum 23 April

Whats New
Puluhan Ribu Buruh Bakal Demo Selama 2 Hari

Puluhan Ribu Buruh Bakal Demo Selama 2 Hari

Whats New
Deposito Nasabah Rp 20 Miliar Hilang, Ini Respons Bank Mega Syariah

Deposito Nasabah Rp 20 Miliar Hilang, Ini Respons Bank Mega Syariah

Whats New
Tingkatkan Brand Awareness, SiCepat Gandeng Citilink

Tingkatkan Brand Awareness, SiCepat Gandeng Citilink

Whats New
Cuan di Tengah Pandemi, Toko Bahan Kue asal Malang Ini Mampu Jual Ribuan Produk

Cuan di Tengah Pandemi, Toko Bahan Kue asal Malang Ini Mampu Jual Ribuan Produk

Earn Smart
Teten Masduki: UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi

Teten Masduki: UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Erick Thohir Terbitkan Peraturan Baru, Aset BUMN Kini Bisa Dijual ke LPI

Erick Thohir Terbitkan Peraturan Baru, Aset BUMN Kini Bisa Dijual ke LPI

Whats New
AEON Mall Sentul City Terjual Rp 1,9 Triliun

AEON Mall Sentul City Terjual Rp 1,9 Triliun

Whats New
KTNA: Pupuk Subsidi Program Lintas Kementerian, Bukan Urusan Kementan Saja

KTNA: Pupuk Subsidi Program Lintas Kementerian, Bukan Urusan Kementan Saja

Rilis
Rabu Besok, KSPI Bakal Demo di Gedung MK hingga Kantor Gubernur Terkait UU Cipta Kerja

Rabu Besok, KSPI Bakal Demo di Gedung MK hingga Kantor Gubernur Terkait UU Cipta Kerja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X