Sebelum Oktober, Pembeli BBM Bersubsidi Harus Punya RFID

Kompas.com - 31/05/2013, 21:02 WIB
Ilustrasi: Petugas PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) menjajal alat monitoring dan pengendalian BBM subsidi di SPBU Jalan Abdul Muis, Jakarta, Selasa (7/5/2013). PT Inti merupakan perusahaan yang mendapat proyek pengadaan dan pemasangan alat pengendalian BBM untuk sekitar 100 juta kendaraan, 5.027 SPBU, dan 92.000 nozel. Saat ini alat tersebut sedang diuji coba di tiga SPBU di Jakarta. 
KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi: Petugas PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) menjajal alat monitoring dan pengendalian BBM subsidi di SPBU Jalan Abdul Muis, Jakarta, Selasa (7/5/2013). PT Inti merupakan perusahaan yang mendapat proyek pengadaan dan pemasangan alat pengendalian BBM untuk sekitar 100 juta kendaraan, 5.027 SPBU, dan 92.000 nozel. Saat ini alat tersebut sedang diuji coba di tiga SPBU di Jakarta.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemilik kendaraan bermotor di wilayah Jabodetabek harus sudah memiliki alat identifikasi konsumsi BBM bersubsidi atau radio frequency identification (RFID) sebelum 1 Oktober 2013. Adapun alat tersebut sudah bisa diperoleh mulai 1 Juli.

VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir menuturkan pihaknya akan menyediakan RFID di sejumlah SPBU yang ada di Jakarta. Setelah 1 Oktober, para pembeli BBM bersubsidi harus sudah memiliki alat tersebut. "Kalau tidak memilikinya, masyarakat tidak bisa membeli premium maupun solar," ujarnya kepada Kompas.com Jumat (31/5/2013).

Dia mengatakan untuk tahap awal pemasangan RFID hanya untuk mengidentifikasi kendaraan yang mengonsumsi BBM bersubsidi. Adapun data yang akan direkam melalui alat tersebut adalah nomor polisi, waktu pembelian BBM bersubsidi terakhir, hingga tempat pembeliannya.

"Untuk sementara, alat akan hanya untuk keperluan identifikasi," lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo mengatakan bahwa pengadaan alat ukur tersebut dilakukan melalui proses tender oleh PT Pertamina (Persero). Hasilnya, PT INTI ditetapkan sebagai pemenang tender pengadaan sistem pengendalian BBM bersubsidi dengan menggunakan teknologi. 

Susilo menjelaskan, RFID rencananya mulai dipasang di wilayah Jabodetabek pada Juli nanti sebagai tahap awal. Selanjutnya, pemasangan alat pembaca data kendaraan itu akan dipasang pada semua kendaraan di seluruh wilayah Jawa.  "Kalau RFID sudah dipasang, maka kendaraannya bisa langsung dimonitor," katanya.

Dengan menggunakan sistem itu, maka pemerintah dapat membatasi konsumsi BBM bersubsidi agar tidak melampaui kuota untuk BBM bersubsidi.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga: Insentif PPnBM Mobil dan Rumah Bisa Dongkrak Ekonomi RI 1 Persen

Airlangga: Insentif PPnBM Mobil dan Rumah Bisa Dongkrak Ekonomi RI 1 Persen

Whats New
[POPULER MONEY]  Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama | Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe

[POPULER MONEY] Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama | Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe

Whats New
Kadin: Sudah 8.300 Perusahaan Daftar Ikut Vaksin Gotong Royong

Kadin: Sudah 8.300 Perusahaan Daftar Ikut Vaksin Gotong Royong

Whats New
Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Whats New
Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

Rilis
Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Work Smart
Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Rilis
Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Rilis
Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Whats New
Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Whats New
Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Whats New
Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Whats New
Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Whats New
Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X