Kompas.com - 31/05/2013, 21:09 WIB
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Polda Metro Jaya memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, berkaitan dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

"Kalau ditemukan penimbunan, tindakan itu melanggar undang-undang migas. Kami sudah melakukan pemetaan di tempat yang pernah terjadi, apa akan terjadi lagi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Jumat (31/5) siang.

Umumnya, menurut Rikwanto, lokasi rawan penimbunan BBM berada di daerah-daerah pinggiran. Modus operandinya dengan berbagai cara. "Misalnya memodifikasi tangki mobil, mobil boks, seolah-olah isi bensin, tetapi selang larinya ke drum-drum. Proses mengambil di SPBU yang harusnya milik publik jadi diperjualbelikan," kata Rikwanto.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X