Kompas.com - 03/06/2013, 07:36 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini (3/6/2013), aktivitas di beberapa pelabuhan di Indonesia berpotensi lumpuh. Sejak pekan lalu, sejumlah asosiasi yang selama ini menjalankan bisnisnya di pelabuhan menyatakan bakal mogok massal Senin ini.

Beberapa pengusaha yang bakal menghentikan kegiatan bisnisnya antara lain Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Pengusaha Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel), serta Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI).

Ketua Angsuspel Tanjung Priok, Gemilang Tarigan, menyatakan mulai pukul 06.00 WIB hari ini, anggota Angsuspel di sedikitnya lima pelabuhan seperti Jakarta, Semarang, Cirebon, Lampung, dan Dumai, bakal tidak beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan. Di Tanjung Priok saja, Angsuspel membawahi sekitar 18.000 unit truk.

Wakil Ketua ALFI, Mahendra Rianto, bilang, bisnis logistik dan forwarding otomatis akan berhenti operasi apabila tidak ada aktivitas bongkar muat di pelabuhan. "Kami mendukung aksi ini. Sampai sekarang (tadi malam), keputusan stop operasi belum berubah," ungkap dia kepada KONTAN.

Tuntutan para pengusaha mengerucut ke satu isu: menuntut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pelabuhan, yakni Pelindo I hingga Pelindo IV, tidak memonopoli usaha jasa pelabuhan. "Pelindo sebaiknya fokus pada pelayanan operator pelabuhan, jangan ikut-ikutan berbisnis, khususnya di bidang angkutan pelabuhan," ujar Gemilang.

Namun, manajemen Pelindo menyangkal akan ada aksi mogok. RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II, menjamin, kalau ada pengusaha bongkar muat mogok, Pelindo akan mengambil alih kegiatan itu. "Aktivitas bongkar muat tidak boleh terganggu," ungkapnya. Pelindo juga menyiapkan lapangan untuk menampung kontainer yang tak terangkut.

Terlepas dari jadi tidaknya aksi mogok ini, kisruh pengelolaan jasa pelabuhan berefek ke bisnis lain, seperti tekstil, elektronik, dan komponen otomotif. Ketua Gabungan Pengusaha Elektronik Ali Soebroto bilang, aksi mogok akan menghambat ekspor elektronik. Produsen terpaksa menjadwal ulang pengiriman barang. "Soal potensi kerugiannya tergantung lama tidaknya mogok," ungkap dia.

Achmad Ridwan Tento, Sekretaris Jenderal Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) memilih menunggu sampai suasana kondusif untuk menurunkan barang. Namun, keputusan ini berisiko. Sebab, lantaran proses bongkar muat melebihi batas waktu, importir harus menanggung biaya demurrage senilai US$ 75 per kontainer. Imbasnya, biaya impor barang ikut naik, harga jual juga terkerek. "Itu sudah pasti," tandas Achmad.

Aksi mogok ini juga merepotkan PT Astra Honda Motor (AHM). Tiap hari, AHM mengirim 5.000 unit-6.000 unit motor ke luar Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera bagian Utara dan mendatangkan 3.500 unit- 5.000 unit motor utuh dari negara lain. "Distribusi keluar Pulau Jawa dan masuknya motor CBU akan terhambat," ujar Thomas Wijaya, Deputy Sales Division AHM. (Sandy Baskoro, Adinda Ade Mustami, Adisti Dini Indreswari, Merlinda Riska, Cindy Silviana Sukma)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cara Bayar Shopee PayLater Sebelum Jatuh Tempo di ATM hingga Alfamart

    Cara Bayar Shopee PayLater Sebelum Jatuh Tempo di ATM hingga Alfamart

    Spend Smart
    Simak 5 Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan dan Syaratnya

    Simak 5 Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan dan Syaratnya

    Whats New
    Pengertian E-commerce dan Bedanya dengan Marketplace

    Pengertian E-commerce dan Bedanya dengan Marketplace

    Whats New
    Mengapa Rakyat Harus Menanggung Bunga Utang BLBI yang Dikorupsi Para Konglomerat?

    Mengapa Rakyat Harus Menanggung Bunga Utang BLBI yang Dikorupsi Para Konglomerat?

    Whats New
    Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI

    Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI

    Whats New
    Apa Itu Pendapatan per Kapita: Definisi, Fungsi, dan Rumusnya

    Apa Itu Pendapatan per Kapita: Definisi, Fungsi, dan Rumusnya

    Earn Smart
    Indonesia Raih Penghargaan Swasembada Beras, Jokowi: Terima Kasih Para Petani atas Kerja Kerasnya...

    Indonesia Raih Penghargaan Swasembada Beras, Jokowi: Terima Kasih Para Petani atas Kerja Kerasnya...

    Whats New
    IHSG Sepekan Naik 0,63 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.333 Triliun

    IHSG Sepekan Naik 0,63 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.333 Triliun

    Whats New
    Lupa Nomor NPWP? Ini Cara Mudah Cek NPWP dengan NIK

    Lupa Nomor NPWP? Ini Cara Mudah Cek NPWP dengan NIK

    Whats New
    Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

    Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

    Whats New
    Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

    Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

    Whats New
    Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

    Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

    Whats New
    Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

    Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

    Whats New
    Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

    Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

    Whats New
    Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

    Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.