Kompas.com - 03/06/2013, 16:10 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku usaha logistik di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan bandara lain di Indonesia juga mengancam akan mogok jika PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II membuka usaha yang berpotensi mematikan bisnis sejenis yang telah dijalankan pelaku usaha non-BUMN.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Soekarno-Hatta Arman Yahya mengatakan, pihaknya telah mengajukan keberatan dengan langkah AP I dan AP II yang membuka usaha sejenis dengan yang telah dilakukan perusahaan swasta lain. Menurut dia, hal itu akan mematikan pelaku usaha yang skala bisnisnya jauh lebih kecil daripada AP.

"Kami sudah menyewa lahan di AP. Jika AP menjalankan usaha yang sama dengan yang kami jalankan, tentu saja hal itu akan memunculkan persaingan yang tidak sehat. AP tentu akan lebih memprioritaskan anak usahanya daripada kami yang swasta," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (3/6/2013).

Dia menyebutkan, bisnis AP yang dinilai mengancam pelaku usaha lain yang sejenis antara lain pergudangan, pengangkutan, dan pengiriman barang. Meski AP hadir di berbagai bisnis itu, perusahaan yang tergabung dalam ALFI tidak mencatatkan penurunan bisnis.

"Memang tidak mengalami penurunan karena bisnis terus berkembang saat ini. Namun, ada potential loss sehingga pendapatan kami tidak maksimal," ujarnya.

Hal itu diungkapkan Arman menanggapi aksi mogok yang dilakukan pelaku usaha logistik di Tanjung Priok pada hari ini. Mereka menuntut agar Pelindo II tidak membuka usaha yang berpotensi menyaingi pelaku usaha dengan skala yang lebih kecil.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X