Kompas.com - 05/06/2013, 20:04 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Persatuan Pembangunan memandang harga bahan bakar minyak bersubsidi harus dipandang secara rasional dengan berbagai pertimbangan yang menyangkut perekonomian nasional.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy yang juga Penasihat Fraksi PPP di Jakarta, Rabu (5/6/2013), mengemukakan sejumlah alasan. Pandangan ini pun dijadikan alasan PPP untuk memberikan keleluasaan pemerintah dalam menaikkan harga BBM.

Romy menjelaskan, alasan rasionalisasi kenaikan harga BBM subsidi, antara lain, pertama, harga BBM bersubsidi Rp 4.500 per liter terlalu murah. Angka itu jauh berbeda dengan harga BBM industri yang mencapai Rp 9.300 per liter. Harga BBM Indonesia juga termurah di kawasan ASEAN. Bandingkan harga Rp 4.500 di Indonesia (research octane number/ RON 88), misalnya dengan Vietnam (RON 92) Rp 15.553, Laos Rp 13.396, Kamboja Rp 13.298, dan Myanmar Rp 10.340 per liter.

Bahkan, harga BBM bersubsidi Indonesia termurah di dunia untuk ukuran negara net pengimpor. Menurut Romy, hal ini merangsang penyelundupan, baik kepada sektor industri/pertambangan, maupun penyelundupan ke luar negeri.

Alasan kedua, harga BBM fosil yang murah menghambat munculnya energi alternatif. Bahan bakar nabati, baik berbasis etanol maupun CPO, tidak bisa bersaing. Bahan bakar alternatif seperti gas tidak berkesempatan tumbuh karena harganya relatif dekat dengan BBM bersubsidi.

Ketiga, sejak awal dekade 2000, Indonesia telah beralih status dari negara pengekspor menjadi net pengimpor minyak. Dengan importasi BBM dan minyak mentah yang mencapai lebih sepertiga dari kebutuhan nasional, harga BBM nasional sangat bergantung pada harga internasional. Untuk itu, publik perlu diberikan pemahaman bahwa Indonesia tak lagi menjadi negara pengekspor minyak, melainkan telah menjadi pengimpor.

PPP juga menilai, subsidi BBM yang berlangsung selama ini tidak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Pada Pasal 7 Ayat (2) disebutkan bahwa subsidi disediakan untuk kelompok masyarakat tidak mampu. Kenyataannya, subsidi BBM dinikmati lebih 70 persen oleh kelas menengah pemilik mobil pribadi dan sepeda motor ber-cc besar.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cara Menjadi Agen AQUA, Modal Rp 5 Juta Bisa Raup Omzet Rp 20 Juta Per Bulan

    Cara Menjadi Agen AQUA, Modal Rp 5 Juta Bisa Raup Omzet Rp 20 Juta Per Bulan

    Smartpreneur
    Membentengi Integritas

    Membentengi Integritas

    Work Smart
    Mau Dapat Penghasilan Tambahan? Ini Cara Daftar Shopee Share

    Mau Dapat Penghasilan Tambahan? Ini Cara Daftar Shopee Share

    Whats New
    BUMN Virama Karya Buka Lowongan untuk D3 Hingga S1, Ini Posisi dan Cara Mendafta

    BUMN Virama Karya Buka Lowongan untuk D3 Hingga S1, Ini Posisi dan Cara Mendafta

    Smartpreneur
    BNI Tutup 96 Outlet karena Orang Makin Jarang ke Bank, Ini Buktinya

    BNI Tutup 96 Outlet karena Orang Makin Jarang ke Bank, Ini Buktinya

    Whats New
    Tahun Ini Jokowi dan Ma'ruf Amin Dapat THR, Berapa Nominalnya?

    Tahun Ini Jokowi dan Ma'ruf Amin Dapat THR, Berapa Nominalnya?

    Whats New
    [POPULER MONEY] BNI Tutup 96 Cabang | Holywings Dicaplok Hotman Paris

    [POPULER MONEY] BNI Tutup 96 Cabang | Holywings Dicaplok Hotman Paris

    Whats New
    Aktif di Media Sosial? Ini Cara Daftar Shopee Affiliates

    Aktif di Media Sosial? Ini Cara Daftar Shopee Affiliates

    Whats New
    Terjadi Pencurian Minyak dan Fasilitas Operasi secara Besar-besaran di Blok Rokan, Kok Bisa?

    Terjadi Pencurian Minyak dan Fasilitas Operasi secara Besar-besaran di Blok Rokan, Kok Bisa?

    Whats New
    Sahamnya Dibeli Hotman Paris dan Nikita Mirzani, Holywings Mau Buka Beach Club Terbesar se-Asia

    Sahamnya Dibeli Hotman Paris dan Nikita Mirzani, Holywings Mau Buka Beach Club Terbesar se-Asia

    Whats New
    Simak Promo Biskuit Kaleng, Marjan, dan Minuman Soda di Indomaret

    Simak Promo Biskuit Kaleng, Marjan, dan Minuman Soda di Indomaret

    Whats New
    Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik saat Lebaran Diprediksi Naik

    Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik saat Lebaran Diprediksi Naik

    Whats New
    Anak Usaha BUMN Raup Rp 10,6 Miliar dari Jual Paket Sembako Ramadhan

    Anak Usaha BUMN Raup Rp 10,6 Miliar dari Jual Paket Sembako Ramadhan

    Whats New
    Gubernur Bank Sentral Inggris Beri Warning Untuk Investor Bitcoin Cs

    Gubernur Bank Sentral Inggris Beri Warning Untuk Investor Bitcoin Cs

    Whats New
    Membagi Biaya Pernikahan dengan Pasangan, Bagaimana Caranya?

    Membagi Biaya Pernikahan dengan Pasangan, Bagaimana Caranya?

    Spend Smart
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X