Kompas.com - 06/06/2013, 07:40 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com  Pemerintah siap merealisasikan program kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi untuk rakyat miskin. Mulai hari ini (6/6/2013), Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang digunakan sebagai kartu identitas (ID) untuk penerima dana kompensasi mulai dibagikan. Pada tahap awal, kartu ini akan dipakai untuk mengambil beras miskin (raskin).

Menurut Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono, kartu KPS ini untuk sementara hanya bisa digunakan khusus untuk raskin. "Tetapi, bukan tidak mungkin kartu tersebut juga akan digunakan untuk program lainnya. Ini jika pada perkembangannya nanti pendanaan untuk program perlindungan sosial lainnya disetujui DPR," kata Agung.

Jadi, untuk program kompensasi lain seperti Bantuan Siswa Miskin (BSM), Program Keluarga Harapan (PHK), dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), kartu ini belum siap untuk digunakan. Namun, Agung mengatakan, kartu KPS itu nantinya akan dikembangkan fungsinya untuk mengambil kompensasi lainnya itu jika DPR sudah mengetok palu dan menyetujui semua program kompensasi itu.

Politisi Gokar ini menjelaskan bahwa ada atau tidaknya program perlindungan sosial, raskin tetap dibagikan kepada masyarakat. Sebab, dana raskin sudah tersedia lebih dulu. "Kalau raskin tidak perlu menunggu pengesahan. Raskin ini hanya lebih memodernisasi dan menjamin ketepatan sasaran, kecepatan distribusi. Jadi, tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu. Inilah gunanya kartu itu," katanya.

Raskin merupakan salah satu program perlindungan sosial yang disiapkan pemerintah akibat kenaikan harga BBM. Pemerintah menaikkannya dari 12 kali per tahun menjadi 15 kali tahun ini. Tahun depan, terhitung sejak Januari 2014, jatah raskin yang sebelumnya 15 kg menjadi 20 kg. Pemerintah mengalokasikan program senilai Rp 4-5 triliun ini untuk 15,5 juta rumah tangga miskin sasaran di seluruh Tanah Air. (Noverius Laoli)

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

    Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

    Whats New
    PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

    PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

    Rilis
    Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

    Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

    Whats New
    AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

    AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

    Whats New
    Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

    Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

    Whats New
    Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

    Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

    Smartpreneur
    Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

    Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

    Whats New
    Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

    Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

    Whats New
    Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

    Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

    Whats New
    Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

    Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

    Whats New
    OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

    OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

    Whats New
    Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

    Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

    Whats New
    Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

    Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

    Whats New
    Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

    Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

    Whats New
    [TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

    [TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

    Rilis
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X