Kompas.com - 07/06/2013, 16:26 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Empat lansia berinisial YP (66), S (61), TDT (61), dan ISP (50) ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum lantaran diduga melakukan aksi penipuan dan penggelapan sampai miliaran rupiah. Mereka melakukan aksi dengan membentuk CV palsu untuk mengelabui para korbannya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menuturkan, para tersangka ditangkap di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2013). Saat ditangkap, para tersangka sedang proses menyewa ruko di Cempaka Putih untuk kantor baru, guna menjaring korban yang menjadi sasaran penipuan.

"Para tersangka mengaku sebagai pemilik dan karyawan dari CV Surya Karya Perkasa yang menurut keterangan para tersangka bergerak di bidang supplier barang. Namun, CV Surya Karya Perkasa tersebut tidak pernah ada, tidak pernah terdaftar dan hanya ciptaan dari para tersangka," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/6/2013).

Rikwanto mengatakan, dengan CV fiktif tersebut, para tersangka sempat menyewa ruko pada April 2013 di salah satu ruko di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Menurut keterangan para tersangka, CV tersebut dimiliki seorang berinisial A yang saat ini masih buron.

"CV itu untuk menyewa ruko di TKP dan digunakan sebagai kantor dan gudang selama 1 tahun, namun belum dilunasi baru dibayarkan DP Rp 5 juta," ujar Rikwanto.

Setelah memperoleh lokasi usaha fiktif mereka, para tersangka kemudian berbagi peran layaknya bekerja pada CV sungguhan. Tersangka S berperan sebagai marketing dengan menghubungi korban, untuk membeli dan memesan barang.

Barang yang dipesan oleh para tersangka antara lain baju anak-anak, bahan celana, dan biji plastik. Dengan barang itu, mereka berpura-pura tengah berjualan. Setelah barang dikirimkan korban ke ruko, pelaku membayarnya dengan bilyet giro salah satu bank. Lantaran pembayaran dilakukan dengan cara itu, korban belum bisa mencairkannya uangnya dalam waktu dekat karena harus diproses dengan kurun waktu sekitar 1 sampai 2 bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun, menjelang satu bulan jatuh tempo, mereka segera mengosongkan toko," ujar Rikwanto.

Pada saat pemilik barang menyadari dan datang menagih, justru para tersangka sudah tidak berada lagi di ruko tersebut. Para tersangka membawa kabur barang dari korban dan juga meninggalkan ruko tanpa memperpanjang atau melunasi ruko. Barang yang ada di ruko kemudian dibawa kabur salah satu tersangka dan dijual ke pihak lain dengan harga yang lebih murah.

"Setelah itu, para tersangka menyewa ruko lain lagi sebagai kantor baru dan melakukan penipuan lagi dengan korban lainnya dengan modus yang sama seperti sebelumnya," ujar Rikwanto.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Pandemi, Kinerja BPR dan BPRS Tetap Moncer

Di Tengah Pandemi, Kinerja BPR dan BPRS Tetap Moncer

Whats New
Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Whats New
Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Spend Smart
Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Whats New
Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Whats New
KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

Whats New
Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Whats New
Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Whats New
Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.