Kompas.com - 10/06/2013, 11:30 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Penarikan dana besar-besaran oleh asing menyebabkan harga kontrak forward rupiah kian melemah jika dibandingkan nilai rupiah di pasar spot.

Mengutip situs Bloomberg, pada pukul 09.55 WIB, kontrak rupiah non deliverable forward (NDF) untuk pengantaran satu bulan ke depan melemah 1,4 persen menjadi 10.260 per dollar AS. Ini merupakan level terlemah sejak 3 September 2009.

Sementara, posisi rupiah di pasar spot melemah 0,1 persen menjadi 9.810. Spread antara pasar NDF dan pasar spot kian meningkat menjadi 4,4 persen, terbesar sejak Oktober 2011 lalu.

Langkah investor asing dalam  menarik dananya tersebut dipicu oleh kecemasan akan minimnya ketersediaan dollar AS di pasar lokal. Data Kementrian Keuangan dan Bursa efek Indonesia menunjukkan, investor asing sudah menarik dana senilai 812 juta dollar AS dari pasar obligasi berdenominasi rupiah dan pasar saham di sepanjang Juni.

Mereka berspekulasi, the Federal Reserve akan memangkas nilai program pembelian kembali obligasi yang nantinya akan berdampak pada aliran dana ke emerging markets, termasuk Indonesia.

Sentimen lainnya adalah Indonesia mencatatkan defisit neraca perdagangan yang sudah berlangsung selama enam kuartal berturut-turut.

"Fundamental rupiah terlihat sangat lemah. Jika melihat besarnya defisit neraca perdagangan, Indonesia membutuhkan arus dana asing senilai 1 miliar dollar AS per bulannya untuk menahan laju pelemahan rupiah," jelas Khoon Goh, senior strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Singapura. (Barratut Taqiyyah)

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X