Kompas.com - 10/06/2013, 13:08 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai masyarakat tidak memerlukan dana kompensasi sebagai imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebab, kebijakan tersebut hanya bersifat sementara.

"Masyarakat itu tidak perlu bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi. Itu hanya bersifat jaring pengaman sosial dan justru tidak produktif," kata Direktur Indef Enny Sri Hartati saat konferensi pers di Jakarta, Senin (10.6/2013).

Saat ini, pemerintah memang telah menyetujui anggaran program BLSM sebesar Rp 12,009 triliun untuk lima bulan, yang terdiri dari bantuan tunai Rp 11,64 triliun untuk 15.530.897 orang, safeguarding sebesar Rp 361 miliar, untuk kebutuhan imbal jasa PT Pos dua tahap sebesar Rp 279,55 miliar, percetakan dan pengiriman lembar sosialisasi program oleh PT Pos sebesar Rp 70,46 miliar, dan untuk Operasional koordinasi sebesar Rp 10,98 miliar.

Padahal, kata Enny, jumlah penerima BLSM tersebut juga tidak sesuai dengan Kementerian Sosial yang hanya 6,2 juta masyarakat miskin.

Menurut Enny, pemerintah seharusnya bisa mengalihkan dana kompensasi kenaikan harga BBM tersebut ke program lain seperti dana kredit usaha rakyat (KUR) yang justru lebih produktif.

"Ini lebih sustainable, daripada menyantuni masyarakat cuma lima bulan, akan lebih baik memberi kepastian pendapatan ke masyarakat di masa mendatang, dengan memberi KUR," tambahnya.

Sementara pemberian KUR ini dinilai akan lebih produktif karena pemberian dana ini tidak akan hilang, karena bersifat pinjaman. "Masyarakat akan lebih terhormat bila mendapat pekerjaan yang layak daripada mendapat dana kompensasi BBM sebesar Rp 150.000 per orang," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

    6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

    Whats New
    Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

    Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

    Whats New
    Mendag Janji Minyak Goreng Rp 14.000 Bakal Memenuhi Rak-rak Minimarket

    Mendag Janji Minyak Goreng Rp 14.000 Bakal Memenuhi Rak-rak Minimarket

    Whats New
    Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

    Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

    Spend Smart
    Selama Sepekan, Harga Emas Antam Turun Rp 7.000 Per Gram

    Selama Sepekan, Harga Emas Antam Turun Rp 7.000 Per Gram

    Whats New
    Apa Itu Tanah HGU? Simak Aturan, Jangka Waktu, dan Hapusnya Hak Guna Usaha

    Apa Itu Tanah HGU? Simak Aturan, Jangka Waktu, dan Hapusnya Hak Guna Usaha

    Earn Smart
     6 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing dalam Sepekan, Ada 4 Emiten Pertambangan

    6 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing dalam Sepekan, Ada 4 Emiten Pertambangan

    Whats New
    Bitcoin Dogecoin, Ethereum Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

    Bitcoin Dogecoin, Ethereum Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

    Whats New
    Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA Sederajat

    Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA Sederajat

    Whats New
    Cara Menghadapi Jebakan untuk Investor Newbie

    Cara Menghadapi Jebakan untuk Investor Newbie

    Earn Smart
    Melirik Potensi UMKM sebagai Pendorong Ekonomi Kerakyatan

    Melirik Potensi UMKM sebagai Pendorong Ekonomi Kerakyatan

    Whats New
    Harga TBS Sawit Anjlok, Komisi IV DPR: Pemerintah Harus Selamatkan Petani

    Harga TBS Sawit Anjlok, Komisi IV DPR: Pemerintah Harus Selamatkan Petani

    Whats New
    Daftar Utang Pemerintah Indonesia yang Mencapai Rp 7.002 Triliun

    Daftar Utang Pemerintah Indonesia yang Mencapai Rp 7.002 Triliun

    Whats New
    Sepekan, Dana Asing yang Keluar dari Pasar Modal Mencapai Rp 4,2 Triliun

    Sepekan, Dana Asing yang Keluar dari Pasar Modal Mencapai Rp 4,2 Triliun

    Whats New
    [POPULER MONEY] Cara Sri Lanka Bangkit dari Bangkrut | Beli Migor Pakai PeduliLindungi | Cara Naik KRL Pakai Gojek dan LinkAja

    [POPULER MONEY] Cara Sri Lanka Bangkit dari Bangkrut | Beli Migor Pakai PeduliLindungi | Cara Naik KRL Pakai Gojek dan LinkAja

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.