Kompas.com - 10/06/2013, 16:42 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah yang melemah hingga tembus Rp 10.000 per dollar AS di pasar non-delivery forward (NDF) tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Sejauh ini bank sentral masih melihat nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp 9.800 per dollar AS.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Diffi A. Johansyah menuturkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat tidak sampai melemah sebagaimana yang tercantum dalam kontrak NDF. "Justru yang riil adalah harga acuan JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate), karena ada transaksi yang sebenarnya dan didasarkan pada permintaan yang riil," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (10/6/2013).

Menurutnya, pelemahan nilai tukar di NDF dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Dari luar negeri, ketidakpastian kelanjutan stimulus oleh bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) membuat para investor asing memilih memegang mata uang dollar AS.

Dia menilai munculnya harga acuan NDF lebih disebabkan belum begitu efektifnya JISDOR. Namun dia optimistis, seiring dengan waktu, JISDOR akan lebih banyak digunakan sebagai acuan pelaku pasar ketimbang NDF.

Dari website Bank Indonesia, diketahui nilai tengah kurs rupiah terhadap dollar AS berada di level Rp 9.806 per dollar AS. Posisi tersebut melemah dari penutupan akhir pekan lalu di posisi Rp 9.790 per dollar AS.

Sementara itu, sejumlah pengamat menyebutkan pelemahan nilai tukar juga terkait dengan rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang hingga saat ini belum jelas.

Indef Enny Sri Hartati mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diwaspadai pemerintah atas depresiasi rupiah ini. "Pemerintah harus waspada soal inflasi, defisit neraca perdagangan, dan ancaman ke investasi," kata Enny selepas konferensi pers di Jakarta.

Dari pasarregional, kurs dollar AS menguat di perdagangan Asia pada Senin, setelah laporan pekerjaan AS lebih baik dari perkiraan, saat para pedagang mengubah fokus mereka ke pertemuan kebijakan mendatang bank sentral Jepang.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X