Mengharap Problema Subsidi BBM Segera Berakhir

Kompas.com - 11/06/2013, 12:24 WIB
Petugas PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) menjajal alat monitoring dan pengendalian BBM subsidi di SPBU Jalan Abdul Muis, Jakarta, Selasa (7/5/2013). PT Inti merupakan perusahaan yang mendapat proyek pengadaan dan pemasangan alat pengendalian BBM untuk sekitar 100 juta kendaraan, 5.027 SPBU, dan 92.000 nozel. Saat ini alat tersebut sedang diuji coba di tiga SPBU di Jakarta. 
KOMPAS/HERU SRI KUMOROPetugas PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) menjajal alat monitoring dan pengendalian BBM subsidi di SPBU Jalan Abdul Muis, Jakarta, Selasa (7/5/2013). PT Inti merupakan perusahaan yang mendapat proyek pengadaan dan pemasangan alat pengendalian BBM untuk sekitar 100 juta kendaraan, 5.027 SPBU, dan 92.000 nozel. Saat ini alat tersebut sedang diuji coba di tiga SPBU di Jakarta.
EditorErlangga Djumena

Padahal, biayanya akan sangat jauh lebih mahal apabila pemenuhan kebutuhan sumber-sumber energi kita, terutama yang berasal dari sektor migas diperoleh dari luar negeri. Mengingat aktivitas transaksi tersebut berkenaan dengan kurs mata uang asing, dalam hal ini US Dollar. Kurs dollar/rupiah akhir-akhir ini memperlihatkan masih lebih kokohnya mata uang Amerika itu di hadapan sebagian mata uang asing lainnya.

Posisi safe-haven dollar AS pun menambah kuatnya dominasi the greenback dibandingkan rupiah di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global yang membayangi. Hingga, peluang kian melebarnya defisit neraca pembayaran turut menjadi ancaman tambahan buat perekonomian domestik.

Dampak persoalan BBM
Berlanjutnya persoalan bahan bakar minyak bersubsidi di Indonesia disinyalir tidak hanya memberikan dampak bagi rakyat kecil. Kendati kalangan bawah itu dianggap paling banyak terkena imbas negatifnya. Terutama disebabkan masih rendahnya pos pemasukan atau pendapatan warga negara Indonesia, yang jumlahnya paling besar.

Dengan tambahan problem ekonomi pasar global, bisa dibayangkan betapa rumitnya permasalahan yang kian membebani pemerintah RI. Apalagi bila meninjau juga sisi sektor perdagangan internasional, kemelut krisis utang negara-negara besar dunia berikut belenggu perlambatan laju pemulihan ekonomi global turut mempengaruhi salah satu sektor penting negeri tercinta, yakni ekspor dan impor. Belum lagi ancaman pelemahan rupiah yang dikhawatirkan imbas buruknya, khususnya bagi para importir.

Sementara itu, banyak pihak mulai menyadari betapa besarnya pengaruh semua persoalan itu terhadap aktivitas perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila pemerintah berikut warga negara RI mulai berbenah diri mengupayakan jalan keluar terbaik bagi penyelesaian masalah BBM.

Alternatifnya cukup banyak, di antaranya penghematan penggunaan bahan bakar minyak, pemanfaatan sumber-sumber energi lainnya yang lebih ramah lingkungan, hingga peralihan ke sumber energi lainnya yang lebih efisien.

Merespon rencana pemerintah terkait perubahan kebijakan mengenai subsidi BBM, hendaknya semua pihak berpikiran positif dan tidak serta-merta langsung memberikan penilaian negatif. Karena tujuan mulia dari semua kebijakan itu adalah demi kesejahteraan segenap warga negara Indonesia.

Meski mungkin pada awalnya dibutuhkan penyesuaian atas segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan itu. Maka dari itu, mari bersama-sama mendukung pelaksanaannya sehingga apa yang menjadi sasaran dapat terwujud. Dan masalah krisis BBM dapat segera tuntas dengan akhir yang indah bagi semua pihak. Semoga… (Apressyanti Senthaury/Pegawai Bank BUMN)

*Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

    Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

    Whats New
    Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

    Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

    Spend Smart
    Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

    Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

    Whats New
    Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

    Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

    Spend Smart
    Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

    Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

    Whats New
    Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

    Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

    Whats New
    Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

    Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

    Work Smart
    Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

    Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

    Whats New
    Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

    Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

    Whats New
    Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

    Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

    Whats New
    Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

    Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

    Whats New
    CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

    CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

    Whats New
    Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

    Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

    Whats New
    Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

    Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

    Whats New
    IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

    IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.