Kompas.com - 14/06/2013, 13:47 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) kembali mencari pendanaan dengan menerbitkan surat utang berkelanjutan sebesar Rp 12 triliun. Jumlah itu terbagi atas Obligasi Berkelanjutan I sebesar Rp 10 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Rp 2 triliun.

Melalui prospektus yang disampaikan perseroan, Jumat (14/6/2013), disebutkan untuk tahap I perseroan menerbitkan obligasi sebesar Rp 3 triliun, yang terbagi atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebesar Rp 2,5 triliun dan Sukuk Ijarah I Tahap I senilai Rp 500 miliar.

Dalam aksi korporasi tersebut, PLN dibantu oleh PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. Adapun yang bertindak sebagai waliamanat adalah PT Bank Permata Tbk. Surat utang yang diterbitkan PLN itu masing-masing mendapatkan peringkat idAAA dari Pefindo.

Dana yang diperoleh akan dipakai untuk kegiatan investasi berupa pengembangan jaringan transmisi di seluruh Indonesia. Per akhir 2012, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 126,72 triliun atau naik 12,3 persen dari akhir 2011 Rp 112,844 triliun.

Sementara itu, laba bersih perseroan pada akhir tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun atau turun dari tahun sebelumnya Rp 5,42 triliun.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X