Kompas.com - 15/06/2013, 17:14 WIB
EditorErlangga Djumena

Belum ada perusahaan yang membuat tangki untuk alat semprot pestisida, dari mulai proses pembuatan komponen hingga proses penyelesaian menjadi alat siap pakai. Oleh karena itu, Oka mulai membuatnya. Ide pembuatan tangki muncul dari ayahnya, sedangkan Oka yang mendesain bentuk tangki tersebut.

Dua produk

Uji coba-uji coba terus dia lakukan mulai tahun 2007. Akhirnya pada tahun 2009, produk tangki untuk alat semprot pestisida mulai diluncurkan. Oka membuat dua merek alat, yaitu Strong Arm dan Teratai, dengan masing-masing terdiri dari dua kapasitas, yaitu kapasitas 17 liter dan 14 liter.

Perbedaan dua merek itu terletak pada bahan baku yang digunakan. Merek Strong Arm menggunakan komponen kuningan, sedangkan Teratai menggunakan stainless steel sehingga harga Strong Arm pun lebih mahal apabila dibandingkan dengan merek Teratai. Harga alat tersebut berkisar Rp 360.000-Rp 460.000 per unit.

Saat pertama meluncurkan produk tangki tahun 2009, dia hanya memasarkan sekitar 50 unit. Seiring pemasaran yang semakin luas, saat ini penjualan tangki untuk alat semprot pestisida mencapai 800 unit per bulan. Tangki tersebut dipasarkan ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi.

Menurut Oka, dia memilih tetap mengembangkan produk logam untuk alat pertanian karena sektor pertanian merupakan sektor yang akan terus hidup. Sepanjang manusia masih membutuhkan pangan, pertanian tetap ada.

Terbukti, permintaan akan tangki untuk alat semprot pestisida terus meningkat. Setiap tiga bulan sekali (setiap musim tanam), permintaan alat tersebut terus meningkat. Rata-rata, peningkatan permintaan pada setiap musim tanam sekitar 20 persen.

Bahkan, Oka sendiri belum bisa menentukan kebutuhan pasar yang sesungguhnya, terhadap produknya tersebut. Hal itu terjadi karena tambahan pasokan yang dia keluarkan selalu habis terserap pasar. Bulan berikutnya, ketika dia kembali menambah pasokan, tambahan pasokan itu juga habis terserap pasar.

Dari usahanya itu pula, dia tak sekadar mampu merekrut tenaga kerja, yang saat ini sekitar 80 orang. Namun, Oka juga menggandeng sekitar 11 usaha kecil untuk menjadi rekanan. Satu usaha kecil yang menjadi rekanannya mempekerjakan dua hingga tujuh tenaga kerja.

Meskipun bekerja tidak sesuai dengan bidang pendidikan yang ditempuhnya, Oka mengaku tetap gembira. Menurut dia, berkreasi bisa dilakukan di bidang apa pun. Bahkan dari kreasi itu pula, dia menghasilkan beberapa desain tangki, yang akhirnya memiliki nilai lebih jika dibandingkan desain tangki produk perusahaan lain.

Bagi dia, keuletan, kesabaran, dan pengembangan kreasi merupakan kunci dari keberhasilan suatu usaha. Sebagai penyeimbang hidup, hingga saat ini Oka tetap mengembangkan hobinya bermain musik cadas bersama kelompok bandnya.

Kini, Oka terus berobsesi untuk mengembangkan usaha. Dia ingin menembus pasar ekspor dan menguasai pasar dalam negeri. Salah satu upaya yang dia lakukan dalam waktu dekat adalah membuat lokasi usaha baru, untuk tempat perakitan tangki.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.