Kompas.com - 17/06/2013, 08:08 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya memasuki pekan ketiga di bulan Juni. Tekanan dari sisi eksternal masih menggelayuti posisi rupiah pada Senin (17/6/2013) ini.

Sebagian mata uang di Asia menguat terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan pekan lalu, termasuk nilai tukar rupiah dan yen yang kembali menjadi 94,18 yen per dollar AS. Rupiah ditutup menguat di Rp 9.875 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg).

Penguatan juga terjadi pada bursa Asia termasuk bursa Jakarta (IHSG) yang naik 3,32 persen menjadi di level 4.760,74. Sedangkan bursa AS turun 0,7 persen di akhir pekan lalu. Meskipun demikian, sebelumnya bursa Eropa ditutup naik 0,21 persen di akhir pekan. Imbal hasil obligasi TB10 tahun masih turun menjadi 2,129 persen.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, memerkirakan pasar keuangan di Asia hari ini terkorekasi mengkawatirkan keputusan Bank Sentral AS, The Federal Reserve, atas program stimulusnya. Hal itu juga didukung dari indeks future yang negatif.

Sedangkan untuk rupiah kemungkinan belum banyak perubahan dan masih dalam penjagaan Bank Indonesia. Menurut Lana, perdagangan harian masih bisa di atas Rp 10.000 per dollar AS, tetapi rupiah kemungkinan bisa ditutup di Rp 9.870-9.890 per dollar AS.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X