Kompas.com - 20/06/2013, 07:06 WIB
Papan keterangan stok bahan bakar jenis premium yang habis terpasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Jalan Palmerah Barat, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Menjelang pengumuman pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak, ketersediaan stok bahan bakar menjadi penting agar tidak mengganggu perekonomian. 

KOMPAS/RADITYA HELABUMIPapan keterangan stok bahan bakar jenis premium yang habis terpasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Jalan Palmerah Barat, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Menjelang pengumuman pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak, ketersediaan stok bahan bakar menjadi penting agar tidak mengganggu perekonomian.
EditorErlangga Djumena

Dosen Jurusan Sosiologi Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, juga mengingatkan, BLSM yang hanya Rp 150.000 sebulan tak akan banyak membantu masyarakat miskin. ”Kenaikan harga barangnya lebih tinggi dari itu,” kata Arie.

Beberapa warga juga menyatakan hal sama. Marsigit (27), pekerja pabrik di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan, kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga sejumlah barang.

”Kalau harga BBM naik pasti harga barang naik, ongkos angkutan umum juga naik,” tutur Marsigit yang berencana mengendarai sepeda saat berangkat kerja untuk menghemat pengeluaran setelah harga BBM naik.

Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B Harmadi mengingatkan, kenaikan harga BBM akan semakin mendorong urbanisasi setelah Lebaran nanti. Ini disebabkan tingkat konsumsi dan produksi masyarakat di pedesaan akan sangat terpengaruh.

”Jika pemerintah tidak memberikan bantuan untuk konsumsi, kualitas masyarakat akan terpuruk, terutama masyarakat di desa-desa,” katanya.

Sonny menambahkan, kenaikan harga BBM, terutama solar, secara langsung memengaruhi kualitas hidup penduduk desa. Ketika kemampuan produksi tertekan dan tidak dapat ditanggulangi, penduduk desa akan datang ke kota. Adapun kepulangan penduduk desa yang berada di kota bisa tertunda akibat kenaikan biaya transportasi.

”Polanya bisa berubah. Masyarakat menyiasati pengeluaran transportasi dengan menggunakan sepeda motor. Masyarakat desa saat urbanisasi ke kota juga berpotensi menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Berto (46), penjaga loket tiket PO Sinar Jaya di Terminal Kampung Rambutan, mengatakan, untuk mengantisipasi penurunan penumpang, PO akan bersaing dengan menawarkan harga tiket murah.

Apa pun dampak kenaikan harga BBM, faktanya subsidi untuk BBM sebesar Rp 297 triliun sangat tidak rasional. Sebagai perbandingan, biaya pembangunan Jalan Tol Ngurah Rai- Benoa di Bali sepanjang 12,7 kilometer hanya Rp 2,4 triliun.

Bayangkan, berapa ratus kilometer jalan tol, rumah sakit, sekolah, atau saluran irigasi yang bisa dibangun dengan dana subsidi BBM selama ini. Berapa banyak fasilitas kampus yang bisa dibangun dengan dana sebesar itu? Inilah bentuk ketidakadilan pemerintah yang diprotes sebagian masyarakat selama ini. (K02/K05/THY)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.