Kompas.com - 20/06/2013, 10:40 WIB
Imitasi berbagai macam valuta asing termasuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat menghiasi tempat penukaran valuta asing PT. D8 Valasindo di Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013). Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah bertahan di level Rp. 9,710 per Dollar AS sejak Jumat pekan lalu. 

KOMPAS/PRIYOMBODOImitasi berbagai macam valuta asing termasuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat menghiasi tempat penukaran valuta asing PT. D8 Valasindo di Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013). Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah bertahan di level Rp. 9,710 per Dollar AS sejak Jumat pekan lalu.
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Kontrak non deliverable rupiah (NDF) melemah pada transaksi hari ini (20/6/2013).

Mengutip situs Bloomberg, pada pukul 09.34 WIB, kontrak NDF rupiah untuk pengantaran satu bulan ke depan melemah 2,8 persen menjadi Rp 10.533 per dollar AS. Bahkan pada transaksi sebelumnya, kontrak yang sama sempat menyentuh level 10.566, yang merupakan level terlemah sejak Agustus 2009 silam.

Jika dibandingkan posisi rupiah di pasar spot, kontrak NDF rupiah tersebut sudah terdiskon hingga 6 persen. Sekadar informasi, saat ini, posisi rupiah di pasar spot melemah 0,2 persen menjadi Rp 9.924 per dollar AS.

Pelemahan rupiah hari ini masih berkaitan dengan pidato pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke yang menyatakan bank sentral AS tersebut tengah bersiap mengurangi program stimulusnya pada akhir tahun ini dan mengakhirinya pada pertengahan 2014.

"Harga rupiah di pasar offshore saat ini dipengaruhi oleh sentimen the Fed di mana mereka akan mengurangi nilai pembelian obligasi," jelas Suriyanto Chang, head of treasury PT Bank QNB Kesawan di Jakarta kepada Bloomberg.

Namun, Suriyanto meyakini, pasca kenaikan harga BBM, posisi rupiah tidak akan tertekan lagi. "Berdasarkan pengalaman yang lalu-lalu, setelah harga BBM naik, reaksi rupuah positif secara signifikan. Kami berharap hal itu akan terjadi lagi," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan, pemerintah Indonesia akan menaikkan harga BBM pada bulan ini dan hal itu akan memperkuat posisi rupiah. Dengan demikian, lanjut Chatib, asumsi anggaran untuk rata-rata rupiah 2013 di level 9.600 per dollar AS bisa tercapai. (Barratut Taqiyyah/Kontan)

Baca tentang


    Sumber
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X